MAKALAH CARA MENJAGA POLA HIDUP SEHAT
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Saya
mengangkat tema tentang ‘pola hidup sehat’ dalam makalah ini
karena menurut saya , masalah kesehatan adalah masalah yang sangat
penting dalam kehidupan saat ini. Pola hidup sehat menjadi hal yang
sangat penting agar masyarakat dapat mengurangi resiko terkena
berbagai macam penyakit. Apalagi saat ini banyak sekali penyakit
penyakit baru yang bermunculan. Namun tidak sedikit orang yang tidak
tau bagaimana pola hidup sehat yang benar.
Dengan
pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah , saya sebagai pelajar
dan bagian dari masyarakat merasa perlu memperhatikan tentang pola
hidup sehat tersebut. Terlebih jika masyarakat luar dapat membaca
makalah ini dan menjadi tau bagaimana pola hidup sehat yang benar.
2.
TUJUAN
Adapun
tujuan saya menulis makalah dengan tema budaya hidup sehat ini karena
menurut saya kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup
sehingga perlu di jaga. Cara menjaga tubuh agar tetap sehat bisa
dimulai dengan melakukan budaya hidup sehat. Selain itu juga agar
kita bisa mengetahui manfaat pola hidup sehat.
3.
MANFAAT
Adapun
manfaat yang ingin saya capai adalah untuk memberikan informasi
kepada para pembaca khususnya para pelajar dan generasi muda tentang
pola hidup sehat sehingga kita semua dapat menghindarkan diri dari
segala sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit.
Saya
sadar, makalah yang saya susun hanya memberikan sedikit informasi dan
masih banyak sekali kekurangan namun setidaknya isi dari makalah ini
dapat sedikit memberi gambaran tentang budaya hidup sehat tersebut.
4.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan
masalah adalah sesuatu yang akan dipelajari atau dibahas dalam
makalah ini. Sesuai dengan judul yang telah saya angkat yaitu ‘budaya
hidup sehat’ maka yang akan saya bahas diantaranya
a.
Apa itu pola hidup sehat ?
b.
Bagaimana cara menjaga hidup sehat sesuai aturannya ?
c.
Apa keuntungan dan manfaat menjaga hidup sehat ?
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN POLA HIDUP SEHAT
Pola
hidup sehat adalah suatu konsep hidup yang mengedepankan upaya-upaya
dan kegiatan-kegiatan hidup yang sehat. Dengan penerapan konsep hidup
sehat ini, maka kita dapat terhindar dari berbagai penyakit yang
mungkin dapat menyerang tubuh kita. Setidaknya dalam hal ini kita
secara terus menerus mencoba untuk mensosialisasikan pengertian
budaya hidup sehat kepada masyarakat. Hal ini sangat penting sebab
salah satu dasar kebahagiaan hidup kita adalah kesehatan tubuh.
Jika
tubuh kita sehat, maka segala kegiatan hidup kita dapat kita
laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan, hal tersebut hanya dapat kita
capai jika pengertian budaya hidup sehat sudah menjadi bagian
integral diri kita.
Kita
memang sudah seharusnya membudayakan hidup sehat dalam kehidupan
masyarakat kita. Dengan program pembudayaan hidup sehat, maka
setidaknya kita dapat membiasakan setiap personal agar hidup sehat.
Apalagi
untuk keluarga kecil, maka budaya hidup sehat bukanlah sesuatu yang
sulit untuk diterapkan. Jika semua anggota keluarga memahami
pengertian budaya hidup sehat, maka secara serempak kita dapat
menerapkan pola hidup sehat.
Pengertian
hidup sehat dapat didefinisikan sebagai hidup tanpa ganguan masalah
yang bersifat fisik maupun non fisik. Gangguan fisik berupa
penyakit-penyakit yang menyerang tubuh dan fisik seseorang. Sementara
non fisik menyangkut kesehatan kondisi jiwa, hati dan pikiran
seseorang. Artinya, kesehatan meliputi unsur jasmani dan rohani.
Banyak
orang yang secara jasmani memiliki tubuh yang sehat dan baik, namun
kondisi rohani mereka sangat memprihatinkan. Orang-orang sukses dan
kaya yang mempunyai jasmani sehat, belum tentu kondisi rohani mereka
sehat.
Bagaimana
menjaga agar kondisi jasmani dan rohani Anda senantiasa sehat?
Pengertian hidup sehat mencakup aturan dan pola seseorang untuk
menjalankan hidup ini dengan cara proporsional dan terkontrol. Pola
tersebutlah yang akan membuat orang menjadi sehat. Untuk sehat butuh
aturan, jika hidup tanpa aturan maka akan muncullah kehidupan yang
serampangan. Bukan hanya kesehatan fisik yang akan terganggu, namun
lebih berbahaya lagi jika menyangkut kesehatan jiwa.
Kesehatan
amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Syarat utama
seseorang dapat menikmati kebahagiaan dalam hidup ini adalah saat
mereka memiliki kesehatan secara jasmani dan rohani. Pengertian hidup
sehatini menjadi cara seseorang untuk menuju kebahagiaan hidup.
Secara
umum, sehat dikategorikan dalam 2 hal , yaitu sehat rohani dan
jasmani.
2.
MANFAAT POLA HIDUP SEHAT
Adapun
manfaat pola hidup sehat sangat banyak , secara umum sebagai berikut
:
a.
Mengurangi resiko jantung, stroke dan penyakit diabetes
b.
Meningkatkan stabilitas sendi
c.
Meningkatkan dan meningkatkan jangkauan pergerakan
d.
Bantuan mempertahankan fleksibilitas
e.
Menjaga massa tulang
f.
Mencegah osteoporosis dan patah tulang
g.
Meningkatkan mood dan mengurangi gejala kecemasan dan depresi
h.
Meningkatkan harga diri
i.
Meningkatkan memori pada orang lanjut usia
j.
Mengurangi stres
k.
dll
sedang
manfaat pola hidup sehat dalam kehidupan sehari hari diantaranya
a.
Dapat tidur lebih nyenyak
b.
Dapat bekerja lebih maksimal
c.
Dapat belajar dengan baik
d.
Dapat berpikir sehat dan positif
e.
Merasakan damai,nyaman dan tentram
f.
Memiliki penampilan yang sehat
g.
Mendapatkan kehidupan dan interaksi social yang baik
h.
Lebih percaya diri
i.
Menghemat biaya kesehatan
j.
Terhindar dari penyakit.
3.
MENERAPKAN POLA HIDUP SEHAT
Menerapkan
pola hidup sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Disini saya
hanya akan menjelaskan sebagian kecil dari pola hidup sehat yang bisa
dilakukan
a.
Berolahraga secara rutin
Tubuh
yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula! Begitu sebuah pepatah.
Memangterbukti, jika tubuh sehat, maka kemampuan pikiran dapat
maksimal. Kemampuan pikiran maksimal, maka mencerminkan tingkat
kesehatan jiwa atau pikiran.
Salah
satu cara untuk menyehatkan pikiran adalah berolahraga secara
teratur. Dalam konteks ini, tidak hanya mendapatkan kesehatan pada
tubuh, tetapi kesehatan jiwa.
Oleh
karena itu, membudayakan hidup sehat dengan menerapkan pola hidup
sehat. dapat diterapkan dengan berolahraga secara rutin. Tentu
olahraga dimulai dengan olahraga yang ringan tapi teratur.
b.
Mengkonsumsi makanan sehat
Makanan
sering menjadi sumber penyakit! penyakit yang kita derita adalah
akibat dari makanan yang konsumsi.Hal paling utama yang harus sadari
adalah hampir seluruh jenis penyakit berawal dari perut. Jika salah
mengkonsumsi makanan, maka akibatnya dapat menimbulkan penyakit.
Cara
membudayakan pola hidup sehat adalah dengan cara membudayakan
mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan cara ini, maka lambung atau
perut tidak mengalami sakit dan secara teratur kegiatan seperti ini
dapat mencegah tubuh dari penyakit.
c.
Istirahat cukup
Istirahat
dibutuhkan oleh tubuh untuk memberikan kesempatan organ-organ tubuh
melakukan regenerasi dengan mengembalikan kesegaran di setiap
organnya. Dengan istirahat yang cukup maka beban kerja anggota tubuh
dapat berkurang, maka organ tubuh akan terhindar dari kelelahan dan
rasa capek.
Menerapkan
gaya hidup sehat, harus memberikan kesempatan pada organ tubuh untuk
beristirahat dari aktifitas sehari-hari. Dengan istirahat yang cukup
dan teratur maka kebugaran tubuh dapat terjaga.
Istirahatlah
secara cukup, maka tubuh akan kembali segar, nikmat dan nyaman.
Dengan istirahat yang cukup membuat anggota tubuh menjadi beruntuk
karna pemiliknya menjaga anggota tubuhnya.
Beristirahat
artinya berhenti sebentar untuk melepas lelah, sedangkan tidur
artinya mengistirahatkan badan dan kesadarannya. Istirahat dapat
dilakukan dengan bermacam cara, misalnya mengobrol, membaca atau
menonton televisi. Beristirahat dapat melepaskan lelah serta
mengembalikan kesegaran. Sebaliknya, kurang istirahat dapat
menyebabkan sulit tidur, kelelahan bahkan gangguan metabolisme tubuh.
Waktu
dan lamanya istirahat dalam waktu satu hari, dengan rincian sebagai
berikut:
-
Diantaranya jam kerja atau belajar (pagi hari kurang lebih 10-16
menit)
-
Siang hari waktu istirahat 15-20 menit, sebelum makan siang ddan
sesudah makan 30-60 menit
-
Sore hari sebelum dan sesudah makan masing-masing 60 menit
-
Malam hari sebelum tiddur 60 menit
d.
Memelihara kebersihan diri
Kebersihan
badan dijaga dengan cara mandi, gosok gigi, keramas, cuci tangan,
memotong kuku. Kebersihan pakaian dijaga dengan dicuci dan disetrika
Pakaian
yang kotor seharusnya dicuci sampai bersih, kemudiandijemur di tempat
yang tidak banyak debu, dan setelah kering seharusnya disetrika untuk
mematikan segala bibit penyakit.
e.
Rekreasi
Rekreasi
adalah penyegaran kembali badan dan pikiran, sesuatu yang
menggembirakan hati dan menyegarkan, misalnya piknik. Kegiatan yang
merupakan rekreasi diantaranya wisata ke pantai, gunung ataupun
taman. Pemandangan yang menyegarkan dapat mengembalikan energi yang
hilang.
4.
TIPS POLA HIDUP SEHAT
a.
Kurangi makanan berlemak tinggi, seperti mentega, margarine, dan
santan. Lebih baik dapatkan asupan lemak alami dari kacang-kacangan
atau biji-bijian. Lupakan jeroan, otak, makanan berkuah santan
kental, kulit ayam dan kuning telur. Pilihlah daging tanpa lemak,
makanan berkuah bening, susu rendah lemak, susu kedelai, yogurt,
putih telur, dan ikan sebagai sumber protein yang baik
b.
Sedapat mungkin hindari bahan pangan atau bahan pengawet yang
dalam jangka panjang dapat menjadi pemicu kanker.
c.
Pilih makanan atau minuman yang berwarna putih alami (bukan
di-bleach). Gunakan pewarna dari bahan makanan misalnya warnet
coklatnya dari bubuk coklat, merahnya strowbery, kuningnya kunyit,
dan hijaunya daun suji. Jangan menambahkan saus, kecap, garam dan
bumbu-bumbu penyedap secara berlebihan. Perbanyak makan buah dan
sayuran.
d.
Teknik pengolahan makanan juga mempengaruhi mutu makanan. Pilih
makanan dengan metode memasak dikukus, direbus, atau ditumis dengan
sedikit minyak.
e.
Perbanyak minum air putih, mineral 8 gelas sehari, hindari minuman
beralkohol, bersoda dan minuman dengan kandungan gula dan kafein
tinggi. Jus sayuran dan buah baik untuk menjaga dan memelihara
kesehatan tubuh.
f.
Hindari Stress, kalau bisa dalam satu minggu coba luangkan
beberapa jam untuk happy time, lakukan hobby, jalan2..apapun yang
bisa membuat pikiran tenang.
g.
Olahraga teratur
h.
Kualitas tidur yang baik, proses recovery badan itu terjadi saat
kita berisitrahat, jadi adalah sebuah keharusan untuk tidur yang
cukup dan sebisa mungkin membuatnya berkualitas. Berkualitas dsini
adalah kondisisi dimana anda bisa merasa pulas dan mendapatkan
kesagaran ketika bangun.
5.
MENCIPTAKAN KELUARGA KECIL YANG SEHAT
Keluarga
kecil adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua
orang anak. Dalam keluarga kecil ini,masing-masing elemen mempunyai
peranan masing masing. Adapun hal yang jika diperlukan, maka mereka
dapat mensinkronkan diri untuk berperan secara bersama-sama.
Hal
itu tentu saja berkaitan dengan jumlah di dalam keluarga tersebut
yang masih dalam jangkauan pengawasan secara maksimal. Dalam
kebersamaan untuk berbagai macam kegiatan keluarga, maka masalah
kesehatan dalam keluarga bukanlah masalah rumit. Setiap anak dapat
menerapkan konsep kesehatan sehingga pola kehidupannya sangat kental
dengan gaya hidup sehat. Tentu saja anak akan mencontoh kebiasaan
orang tuanya secara berproses terutama dalam hal menjaga kesehatan.
Mereka
tidak akan melakukan hal-hal yang dapat mengancam kesehatan dirinya
dan juga keluarganya. Mereka menjaga kesehatan diri dan keluarganya
secara maksimal dengan berperan aktif dalam pengkondisian hidup
keluarga. Langkah pengkondisian tersebut dapat dimulai dari menjaga
kesehatan makanan, minuman, lingkungan dalam rumah, lingkungan luar
rumah, kesehatan diri sendiri dan sebagainya. Penerapan budaya hidup
sehat akan sangat efektif jika keluarga termasuk dalam kelompok
keluarga kecil.
Hal
ini tentu saja karena keluarga kecil memungkinkan kita terus
berinteraksi dan komunikasi aktif untuk setiap orang pada setiap
situasi dan kondisi. Keluarga kecil ini akan terus mengupayakan
membentuk keluarga sehat setiap waktunya dengan cara pengontrolan
yang mudah dan efektif setiap hari. Kebersamaan dan keakraban kita
itulah yang menyebabkan keluarga kecil mempunyai kesempatan
menerapkan gaya hidup sehat sebaik-baiknya daripada keluarga besar.
Keluarga dengan jumlah anak banyak yang memiliki kemungkinan
membutuhkan upaya lebih banyak daripada keluarga kecil.
6.
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG SEHAT
a.
Merawat dan menjaga lingkungan sekitar rumah sangatlah penting.
Salah satu manfaat lingkungan hidup sehat adalah meningkatkan
kualitas kesehatan tubuh Anda sendiri. Anda tertarik untuk
menciptakan lingkungan yang sehat? berikut ini adalah tips dan cara
menciptakan kebersihan lingkungan.
b.
Lingkungan hidup sehat adalah lingkungan yang selalu bersih,
karena itu Anda harus rutin menjaga kebersihan rumah. Membuang sampah
dapur, menyapu dan mengepel lantai rumah secara rutin akan
meminimalisir jumlah kuman merugikan yang bisa merusak kesehatan.
c.
Tak hanya di dalam rumah, lingkungan sekitar rumah pun harus
mendapat perhatian. Bersihkan halaman atau taman rumah Anda dari
kotoran atau sisa-sisa daun. Lakukan kerja bakti minimal seminggu
sekali untuk membersihkan lingkungan rumah, seperti menyapu halaman,
membersihkan dan melancarkan aliran got di dekat rumah.
d.
Lingkungan hidup sehat identik dengan penghijauan di sekitar
rumah. Beri tanaman yang cukup di halaman rumah Anda.
e.
Atur rumah agar memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang
baik. Udara yang baik dan pasokan cahaya matahari yang cukup di dalam
rumah, akan sangat mempengaruhi kesehatan Anda.
f.
Lingkungan hidup sehat juga tergantung pada air bersih di sekitar
rumah Anda. Pastikan bahwa rumah Anda mendapat fasilitas air pam atau
air bersih. Anda juga bisa membuat sumur pribadi di rumah Anda
sebagai cadangan air bersih.
g.
Pastikan di depan rumah Anda tersedia tempat sampah untuk
menampung sampah yang ada di dalam rumah. Gunakan plastik untuk
membungkus sampah Anda agar sampah tidak kocar-kacir dan mengotori
area depan rumah.
h.
Untuk sampah daun, sebaiknya jangan dibakar seperti yang biasa
dilakukan kebanyakan orang. Galilah lubang di tanah halaman Anda,
lalu pendam sampah daun-daun tersebut. Selain bisa membersihkan,
tanah di halaman Anda akan semakin subur dan bermanfaat bagi
tanaman-tanaman yang ada.
BAB
III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Bagaimana
menjaga agar kondisi jasmani dan rohani Anda senantiasa sehat?
Pengertian hidup sehat mencakup aturan dan pola seseorang untuk
menjalankan hidup ini dengan cara proporsional dan terkontrol. Pola
tersebutlah yang akan membuat orang menjadi sehat. Untuk sehat butuh
aturan, jika hidup tanpa aturan maka akan muncullah kehidupan yang
serampangan. Bukan hanya kesehatan fisik yang akan terganggu, namun
lebih berbahaya lagi jika menyangkut kesehatan jiwa.
Kesehatan
amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Syarat utama
seseorang dapat menikmati kebahagiaan dalam hidup ini adalah saat
mereka memiliki kesehatan secara jasmani dan rohani. Pengertian hidup
sehatini menjadi cara seseorang untuk menuju kebahagiaan hidup.
Bayangkan
saja, jika Anda mempunyai segudang kekayaan dan dikelilingi
orang-orang tercinta di sekitar Anda, akan tetapi Anda dalam keadaan
stres atau terbaring di rumah sakit, apakah Anda akan merasakan
kebahagiaan secara sempurna. Oleh sebab itu mulailah membiasakan
hidup sehat. Sebab salah satu resep kebahagiaan ternyata adalah
apabila kita bisa hidup dalam kondisi sehat.Kesehatan jasmani
menjadikan manusia mempunyai kesempatan untuk mencapai usia harapan
hisup lebih tinggi. Sementara kesehatan batin akan menjadikan manusia
lebih optimis dalam menatap masa depan. Semua hal tersebut dapat
terwujud jika manusia mau mengaplikasikan pola hidup sehat.
2.
SARAN
a.
Pola hidup sehat harus diterapkan oleh para remaja mulai dini agar
di masa depan mereka tidak divonis menderita penyakit yang sulit
disembuhkan
b.
Perlunya pengawasan dari orang tua agar para remaja tidak
mengonsumsi makanan berpengawet dan cepat saji secara berlebihan.
c.
Membatasi penggunaan internet bagi para remaja.
d.
Kesadaran dini dari para remaja tentang kesehatan diri mereka
sendiri perlu ditumbuhkan oleh orang tua, guru, maupun pemerintah.
MAKALAH MACAM - MACAM GAYA DALAM OLAHRAGA RENANG
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan
teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan
makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan,
oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga Dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan teman-teman. Amin...
Surabaya
,
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2
Tujuan
1.3
Rumusan Masalah
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Olahraga Berenang
2.2
Macam – macam Gaya dalam beBerenang
2.2.1
Gaya bebas
2.2.2
Gaya dada
2.2.3
Gaya punggung
2.2.4
Gaya kupu – kupu
2.2
Resiko Dalam Berenang
2.4
Perlengkapan
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Kritik dan Saran
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ada
banyak macam jenis olahraga yang ada di dunia ini,salah satunya
adalah olahraga Berenang. Seperti yang diketahui olahraga Berenang
telah menjadi salah satu olah raga yang ikut dalam olimpiade nasional
maupun internasional. Olahraga Berenang juga mempunyai banyak macam
tingkatan gerakan atau gaya yang dapat dipilih sesuai dengan
keinginan. Oleh karena itu penulis ingin mencari informasi tentang
olahraga Berenang, dan membagikannya dengan pembaca. Semoga makalah
ini dapet membatu pembaca untuk lebih mengenal olah raga Berenang.
1.2
Tujuan
mencari
informasi tentang olahraga Berenang, dan membagikannya dengan
pembaca. Semoga makalah ini dapet membatu pembaca untuk lebih
mengenal olah raga Berenang.
1.3
Rumusan masalah
a)
Bagaimana sejarah olahraga Berenang?
b)
Apa saja macam – macam gaya pada olahraga berenang?
c)
Apa resiko yang terdapat pada olahraga berenang?
d)
Apasaja perlengkapan yang dibutuhkan pada saat melakukan
olahraga berenang?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Olahraga Berenang
Berenang
adalah gerakan sewaktu bergerak di air.Berenang biasanya dilakukan
tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk
rekreasi dan olahraga.Berenangdipakai sewaktu bergerak dari satu
tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan
olahraga air.Berenanguntuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan
di kolam Berenang. Manusia juga Berenang di sungai, danau, dan laut
sebagai bentuk rekreasi. Olahraga Berenang membuat tubuh sehat karena
hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu Berenang.
Manusia
sudah dapat Berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai
Berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dariZaman Batu telah
ditemukan di "gua peBerenang" yang berdekatan dengan Wadi
Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua
mengenaiBerenangberasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen
tertua yang menyebut tentangBerenangadalah Epos Gilgamesh, Iliad,
Odyssey, dan Alkitab, serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada
1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis
buku mengenai Berenang yang pertama.
Perlombaan
Berenang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya
kolam-kolam Berenang. Saat itu, sebagian besar pesertaBerenangdengan
gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya
rangkak depan atau disebut gaya trudgendalam perlombaan Berenang di
dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik Berenang gaya bebas suku
Indian di Amerika Selatan. Berenang merupakan salah satu cabang
olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung
dimasukkan sebagai nomor baru Berenang Olimpiade. Persatuan Berenang
dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada
1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi
gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
2.2
macam – macam Olahraga Berenang
Dalam
Berenang untuk rekreasi, orang Berenang dengan gaya dada, gaya
punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya Berenang yang
dilombakan dalam perlombaan Berenang adalah gaya kupu-kupu, gaya
punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba Berenang nomor gaya
bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya Berenang,
kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti
halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi
Berenang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam
nomor Berenang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang
Berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl)
digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor Berenang
gaya bebas. Berikut ini keterangan masing – masing gaya dalam
berenang.
2.2.1
Gaya bebas
Gaya
bebas adalah
Berenangdengan
posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara
bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh,
sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun
ke atas dan ke bawah. SewaktuBerenanggaya bebas, posisi wajah
menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan
digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala
berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih
untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan
gayaBerenanglainnya, gaya bebas merupakan gaya Berenang yang bisa
membuat tubuh melaju lebih cepat di air.
Gaya
bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar
tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam
Berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air.
Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa digunakan oleh beberapa orang,
baik yang sudah terlatih maupun para pemula.
Gaya
Bebas
2.2.2
Gaya dada
Gaya
dada merupakan gaya Berenang paling populer untuk Berenang rekreasi.
Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu
yang lama. Gaya dada atau gaya katak adalah Berenang dengan posisi
dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas,
batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang
ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua
belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar
badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak
sedang Berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan
ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan
tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam
pelajaran Berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya
bebas. Di antara ketiga nomor Berenang resmi yang diatur Federasi
Berenang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang
paling lambat.
Gaya
dada
2.2.3
Gaya punggung
Sewaktu
Berenanggaya punggung, orangBerenangdengan posisi punggung menghadap
ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang
mudah mengambil napas. Namun peBerenang hanya dapat melihat atas dan
tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, peBerenang
memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam
gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas,
namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah
tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan
mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah
mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu
berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada,
dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start,
perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang
menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi
pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara
kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya
punggung adalah gaya Berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno.
Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung
merupakan gaya Berenang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.
2.2.4
Gaya kupu-kupu
Gaya
kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya Berenang
dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan
secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum
diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan
menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau
lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung
sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika
kepala berada di luar air.
Gaya
kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya Berenang paling
baru. Berbeda dari Berenang gaya lainnya, perenang pemula yang
belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari
koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang
gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari
peBerenang. Kecepatan Berenang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan
kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu
dapat Berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas.Dibandingkan
dalam gaya Berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat
menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang
lebih besar.
2.2
Resiko
Terdapat
berbagai risiko saat manusia berada di air, baik sengaja maupun tidak
sengaja. Kecelakaan di air dapat menyebabkan cedera hingga kematian
akibat tenggelam. Oleh karena itu, sebelum memasuki air, perenang
harus mencari tahu kedalaman kolam Berenang, sungai atau laut yang
ingin diBerenangi.
Berenang
di sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila terdapat arus deras
atau ombak besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh
alkohol dan obat-obatan dilarang untuk berenang.
Kaca
mata Berenang dapat mencegah mata orang yang memakainya dari iritasi.
Berenang di air kotor akan menyebabkan penyakit kulit dan iritasi
mata. Di kolam Berenang , bakteri penyebab penyakit di kendalikan
dengan pemberian kaporit. Pergantian air yang teratur akan
meningkatkan kualitas air kolam yang sehat.
2.3
Perlengkapan
Berenang
secara alami tidak membutuhkan perlengkapan atau pakaian khusus.
Manusia dapat Berenang tanpa perlengkapan apapun dalam kondisi
apapun.Berenang yang ditujukan untuk rekreasi dan olahraga terkadang
membutuhkan pakaian dan perlengkapan khusus untuk membantu memudahkan
bergerak di air.
Pakaian
yang digunakan untuk Berenang dirancang untuk memudahkan manusia
bergerak di air. Pakaian Berenang biasanya terbuat dari bahan karet
yang mengikuti bentuk tubuh untuk menghindari masuknya udara ke dalam
pakaian. Pakaian Berenang juga dirancang untuk mempercepat pergerakan
manusia di air, rancangan seperti ini ditujukan bagi kegiatan
Berenang untuk kompetisi.
Selain
pakaian yang dirancang khusus, dalam Berenang terkadang membutuhkan
perlengkapan khusus seperti kaca mata Berenang, ban Berenang, penutup
telinga dan hidung, penutup kepala. Secara umum perlengkapan Berenang
tersebut ditujukan untuk memudahkan Berenang dan menghindari risiko
yang timbul akibat Berenang.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berenang
adalah olahraga yang mempunyai
banyak macam gaya seperti gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan
gaya kupu – kupu. Namun seperti pada olahraga yang lainnya,
olahraga berenang juga mempunyai resiko yang mampu menyebabkan
kematian, oleh karena itu perlunya mempehatikan dengan detail
mengenai perlengkapan renangdan memperhatikan juga tata cara dalam
berenang agar anda bisa nyaman dan selamat ketika berenang.
3.3
Kritik dan Saran
1.
Dalam meraih prestasi, hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah
disiplin
2.
Keberhasilan dicapai bukan hanya dengan bekerja di kantoran atau
perusahaan tetapi juga mampu kita capai di dunia olah raga termasuk
renang.
Sekian
informasi yang dapat penulis jelaskan. Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis
angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga Dengan
selesainya makalah ini dapat
menanmbah wawasan dan pengetahuan untuk semua pembaca
dan teman-teman. Amin...
Makalah unsur-unsur kebudayaan tentang sistem bahasa
KATA
PENGANTAR
segala puji dan syukur penulis panjatkan
kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayahnya kepada
penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, namun
penulis menyadari makalah ini belum dapat dikatakan sempurna karena
mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan. Shalawat serta salam semoga
selalu dilimpahkan kepada junjungan kita semua habibana wanabiana
Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan
mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umatnya.
dalam makalah ini penulis membahas mengenai
“unsur-unsur kebudayaan tentang system bahasa”, dengan makalah
ini penulis mengharapkan agar dapat membantu sistem pembelajaran.
Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penulis dalam menyelesaikan makalah ini.Akhir kata penulis ucapkan
terimakasih atas segala perhatiannya.
Majalengka,
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar
...........................................................................
i
Daftar
isi
.....................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
....................................................................
1
B.
Tujuan
..................................................................................
1
BAB
II PEMBAHASAN
-
Pengertian Bahasa…..................................................................1-2
B.
Pengertian Bahsa Menurut Beberapa
Ahli.…..........................2-3
C.
Pengaruh Budaya Terhadap Perubahan Bahasa………………….4
D.
Fungsi Dan Tujuan Sistem Bahasa…………………………………5
-
Hubungan Antara Bahasa Dan Budaya…………………………..5-8
F.
Hubungan Bahasa Dengan Kebudayaan………………………….9-10
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan …………………………….......................................11
B.Saran.........................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA ………………………………………..................12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Secara umum, pengertian budaya adalah
mengatur agar manusia bisa mengerti bagaimana seharusnya untuk
bertindak, berbuat, menentukan sikap ketika berinteraksi dengan orang
lain.Istilah budaya dari kata culture yang merupakan istilah bahasa
asing yang memiliki arti kebudayaan. Kata tersebut berasal dari
bahasa latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan,
yaitu mengolah tanah atau petani.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, budaya merupakan sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal
budi. Secara tata bahasa, arti atau makna dari kebudayaan diturunkan
dari kata budaya dimana cenderung kearah cara berpikir manusia. Dalam
sebuah budaya ada beberapa unsur dari budaya tersebut salah satunya
adalah system bahasa system tersebut merupakan system terpenting bagi
suatu bangsa.
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan
dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa
disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing,
kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan
pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik,
dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada
bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam
analisa kebudayaan manusia.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tentang unsur
kebudayaan “ sistem bahasa “
2. Untuk menambah wawasan tentang sistem
bahasa dalam unsur kebudayaan
BAB
2
PEMBAHASAN
-
PENGERTIAN BAHASA
Bahasa merupakan sarana yang digunakan
manusia untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya. Tanpa
bahasa, kebudayaan akan sulit diterjemahkan dan diterima oleh
generasi penerus karenanya bahasa bersifat simbolis. Hal tersebut
mengandung arti bahwa melalui bahasa, suatu perkataan dapat
melambangkan arti apapun, meskipun hal atau benda yang dilambangkan
oleh kata tersebut tidak ada. Kebudayaan sendiri merupakan proses
hasil belajar, di mana bahasa berperan vital di dalamnya. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa bahasa memiliki peran sebagai cara
atau alat bagi orangtua dalam mewariskan kebudayaan dan bagi anak
sebagai cara atau alat untuk mempelajari kebudayaan tersebut.
Bahasa sebagai sarana dan prasarana
pendukung budaya berkembang sejalan dengan perkembangan budaya bangsa
pemiliknya. Hal tersebut mengandung pengertian bahwa perkembangan
bahasa sejalan pula dengan perkembangan ilmu dan teknologi.Bahasa
dapat digolongkan sebagai akar budaya bangsa karena berkaitan dengan
pola pikir bangsa. Produk budaya tidak akan terwujud tanpa adanya
bahasa yang menjadi sarana atau prasarana pendukungnya.Bahasa
merupakan simbol yang digunakan manusia dalam bermasyarakat dan
berinteraksi. Kemampuan manusia berbahasa juga membedakan manusia itu
sendiri dengan hewan karena kemampuan tersebut lahir dari hasil
penalaran akal pikiran manusia. Hewan hanya memiliki insting atau
naluri saja. Manusia memiliki akal pikiran yang melahirkan kebudayaan
melalui bahasa.
-
PENGERTIAN BAHASA MENURUT BEBERAPA AHLI
-
KOENTJARANINGRAT,
unsur bahasa atau sistem perlambangan
manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah
deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan
oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa
itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut dapat
diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi
bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan
subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas daerah
penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat
tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam
berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa
sering terjadi.
-
BILL ADAMS
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan
psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif
-
WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang
dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan
struktur yang logis
-
FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling
menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya
sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain
-
PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan
pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau
sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide
seseorang dalam arus udara lewat mulut
-
BLOCH & TRAGER
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang
bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja
sama.
-
CARROL
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural
mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang
digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu
oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama
kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam
lingkungan hidup manusia
-
SUDARYONO
Bahasa adalah sarana komunikasi yang
efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa
sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya
kesalahpahaman.
-
SAUSSURE
Bahasa adalah objek dari semiology
-
Mc. CARTHY
Bahasa adalah praktik yang paling tepat
untuk mengembangkan kemampuan berpikir
-
WILLIAM A. HAVILAND
Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika
digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat
ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu
Bila dilihat dari beberapa definisi dan
pengertian mengenai bahasa menurut beberapa ahli diatas, kita bisa
melihat bahwa terdapat perbedaan definisi tentang bahasa dimana
definisi dari setiap ahli tergantung dengan apa yang ingin ditekankan
oleh setiap tersebut. Namun meskipun terdapat perbedaan, nampaknya
disepakati bersama bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Dan sebagai
alat komunikasi , bahasa mempunyai fungsi-fungsi dan ragam-ragam
tertentu.
-
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERUBAHAN BAHASA
Pengaruh budaya terhadap bahasa dewasa ini
banyak kita saksikan. Banyak kata atau istilah baru yang dibentuk
untuk menggantikan kata atau istilah lama yang sudah ada. Hal
tersebut karena dianggap kurang tepat, tidak rasional, kurang halus,
atau kurang ilmiah. Misalnya kata pariwisata untuk menggantikan
turisme, kata wisatawan untuk menggantikan turis atau pelancong. Kata
darmawisata untuk mengganti kata piknik; dan kata suku cadang untuk
mengganti kata onderdil. Kata-kata turisme, turis dan onderdil
dianggap tidak nasional. Karena itu perlu diganti yang bersifat
nasional. Kata-kata kuli dan buruh diganti dengan karyawan, babu
diganti dengan pembantu rumah tangga, dan kata pelayan diganti dengan
pramuniaga, karena kata-kata tersebut dianggap berbau feodal.
Begitu juga dengan kata penjara diganti
dengan lembaga pemasyarakatan, kenaikan harga diganti dengan
penyesuaian harga, gelandangan menjadi tuna wisma, pelacur menjadi
tunasusila adalah karena kata-kata tersebut dianggap halus ; kurang
sopan menurut pandangan norma sosial. Proses penggantian nama atau
penyebutan baru masih terus akan berlangsung sesuai dengan
perkembangan pandangan dan norma budaya di dalam masyarakat.
Begitu juga bahasa yang diplesetkan yang
tidak lepas dari perkembangan pengetahuan, pertukaran budaya, dan
kemajuan informasi sekarang ini. Sebagaimana Mansoer Pateda
mengatakan bahwa bahasa yang diplesetkan sangat berhubungan erat
dengan perkembangan pemakai bahasa untuk menyampaikan pikiran,
perasaan, dan kemauannya.16 Misalnya kata kepala diplesetkan menjadi
kelapa, tolong diplesetkan menjadi lontong, reformasi diplesetkan
menjadi repot nasi, partisipasi diplesetkan menjadi partisisapi.
Begitu juga dalam kalimat misalnya I am going to school menjadi ayam
goreng to school.
-
FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM BAHASA
untuk membatasi cara-cara berpikir dan
pandangan bangsa atau daerah yang bersangkutan terhadap fenomena
tempat mereka hidup. Dengan demikian sususan bahasa dan keistimewaan
lain yang dimiliknya merupakan faktor dasar bagaimana suatu
masyarakat memandang hakikat alam dan tempat mereka berada.
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai
alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan
integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus
adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari,
mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk
mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Koentrajaningrat,
2002). Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga
berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama
manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal
seperti bahasa Inggris.
-
HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN BUDAYA
Menurut Koentjaraningrat (1992) bahwa
bahasa bagian dari kebudayaan. Hubungan antara bahasa dan kebudayaan
merupakan hubungan subordinatif, suatu bahasa berada di bawah lingkup
kebudayaan. Di samping itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa
bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni
hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi. Masinambouw
(dalam Crista, 2012: 1) malah menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan
dua sistem yang melekat pada manusia. Kebudayaan itu adalah satu
sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka
kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana.
Masinambouw (dalam Crista, 2012: 1) juga
mempersoalkan bagaimana hubungan antara kebahasaan dan kebudayaan,
apakah bersifat subordinatif, ataukah bersifat koordinatif. Kalau
bersifat subordinatif mana yang menjadi main sistem (sistem atasan)
dan mana pula yang menjadi subsystem (sistem bawahan). Kebanyakan
ahli memang mengatakan bahwa kebudayaanlah yang menjadi main system,
sedangkan bahasa hanya merupakan subsistem.
Mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan
yang bersifat koordinatif ada dua hal yaitu hubungan kebahasaan dan
kebudayaan itu seperti anak kembar siam, dua buah fenomena yang
terikat erat seperti hubungan sisi satu dengan sisi yang lain pada
sekeping uang logam (Silzer dalam Crista, 2012: 1). Jadi, pendapat
ini mengatakan kebahasaan dan kebudayaan merupakan dua fenomena yang
berbeda, tetapi hubungannya sangat erat sehingga tidak dapat
dipisahkan, sejalan dengan konsep Masinambouw. Hal kedua yang menarik
dalam hubungan koordinatif ini adalah adanya hipotesis yang sangat
controversial, yaitu hipotesis dari dua pakar linguistik ternama,
yakni Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf. Hipotesis ini dikenal
dengan nama hipotesis Sapir dan Whorf.
Meskipun gagasan-gagasan yang dikemukakan
kedua sarjana itu, Sapir dan Whorf, adalah hasil penelitian yang lama
dan mendalam, serta dikemukakan dalam karangan yang bobot ilmiahnya
sangat tinggi, tetapi nyatanya gagasan mereka disebutkan dalam
hipotesisnya sangat kontroversial dengan pendapat sebagaian besar
sarjana. Dalam hipotesis itu, dikemukakan bahwa bahasa bukan hanya
menentukan corak budaya, tetapi juga menentukan cara dan jalan pikir
manusia. Suatu bangsa yang berbeda bahasanya dari bangsa yang lain,
akan memilki corak budaya dan jalan pikiran yang berbeda pula.
Perbedaan-perbedaan budaya dan jalan
pikiran manusia tersebut bersumber dari perbedaan bahasa. Bahasa itu
memengaruhi kebudayaan dan jalan pikiran manusia, maka ciri-ciri yang
ada dalam suatu bahasa akan tercermin pada sikap dan budaya
penuturnya. Contoh, katanya dalam bahasa Barat ada sistem kala yaitu
penutur bahasa memerhatikan dan terikat waktu, misalnya pada musim
panas pukul 21.00 matahari masih bersinar dengan terang, tetapi
kanak-kanak karena sudah menjadi kebiasaan disuruhnya tidur karena
katanya hari sudah malam. Sebaliknya, bagi orang Indonesia karena
dalam bahasanya tidak ada sistem kala, menjadi tidak memperhatikan
waktu, seperti acara yang sudah terjadwalkan waktunya bisa mundur
satu jam. Itulah sababnya uangkapan jam karet hanya ada di Indonesia.
Menurut Koentjaraningrat (1990) buruknya
kemampuan berbahasa Indonesia sebagian besar orang Indonesia,
termasuk kaum intelektualnya, adalah karena adanya sifat-sifat
negatif yang melekat pada mental pada sebagian besar orang Indonesia.
Sifat-sifat negatif itu adalah suka meremehkan mutu, mental
menerabas, tuna harga diri, menjauhi disiplin, enggan bertanggung
jawab, dan suka latah atau ikut-ikutan.
Menurut Koentjaraningrat, sikap mental
menerabas tercermin dalam perilaku berbahasa berupa adanya keinginan
untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, tetapi tanpa
keinginan untuk belajar. Mereka menganggap bahwa bahasa Indonesia
adalah bahasa kita yang secara alami, yang dapat dikuasai tanpa harus
dipelajari. Memang benar secara politis kita adalah orang Indonesia,
karena lahir dan dibesarkan di Indonesia, dan bahasa Indonesia adalah
milik kita. Akan tetapi, apakah benar itu dapat dikuasai dengan baik
tanpa melalui proses belajar. Lebih-lebih kalau diingat bahwa bagi
sebagian besar orang Indonesia, bahasa Indonesia adalah bahasa kedua,
bukan bahasa pertama. Untuk menguasai bahasa pertama saja kita harus
belajar dari lingkungan kita: apabila untuk menguasai bahasa kedua
yang harus dipelajari dari orang lain.
Sikap tuna harga diri, menurut
Koentjaraningrat, berarti tidak mau menghargai milik diri sendiri,
tetapi sangat menghargai diri orang lain, orang asing. Sikap ini
tercermin dalam perilaku berbahasa, karena ingin selalu menghargai
orang asing, maka menjadi selalu menggunakan bahasa asing dan
menomorduakan bahasa sendiri. Lihat saja buktinya, demi menghargai
orang asing, keset-keset di muka pintu kantor pemerintahan pun
bertuliskan kata-kata welcome bukan selamat datang; pintu-pintu di
atas bertuliskan in atau exit, dan bukan masuk atau keluar; dan di
pintu yang daunnya dapat dibuka dua arah bertuliskan petunjuk push
dan pull, dan bukannya dorong dan tarik.
Sikap menjauhi disiplin tercermin dalam
perilaku berbahasa yang tidak mau atau malas mengikuti aturan atau
kaidah bahasa. Ujaran-ujaran seperti Dia punya mau tidak begitu atau
Dia punya dua mobil sudah lazim kita dengar, padahal kedua struktur
kalimat itu tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Harusnya berbunyi,
Kemauannya tidak demikian, dan Dia mempunyai dua buah mobil.
Sikap tidak mau bertanggung jawab menurut
Koentjaraningrat (1992) tercermin dalam perilaku berbahasa yang tidak
mau memerhatikan penalaran bahasa yang benar. Kalimat seperti Uang
iuran anggota terpaksa dinaikkan karena sudah lama tidak naik, sering
kita dengar. Kalau mau menalar dan bertanggung jawab, alasan kenaikan
itu bukanlah karena sudah lama tidak naik, mungkin, misalnya, karena
sudah tidak sesuai lagi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan.
Jadi, bertanggung jawab dalam berbahasa, artinya, dapat
mempertanggungjawabkan kebenaran isi kalimat itu.
Sifat latah atau ikut-ikutan tercermin
dalam berbahasa dengan selalu mengikuti saja ucapan orang lain
(biasanya ucapan pejabat atau pemimpin) yang sebenarnya secara
gramatikal tidak benar. Umpamanya karena adanya gerakan yang
bersemboyankan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan
masyarakat maka diikuti ucapan itu. Padahal secara semantik dan
gramatikal ungkapan, memasyarakatkan olahraga memang benar, yakni
berarti menjadikan olah raga itu menjadi kebiasaan dalam masyarakat;
tetapi ungkapan, mengolahragakan masyarakat, tidak benar, sebab
ungkapan itu berarti masyarakat itu jadi olah raga. Kalau yang
dimaksud adalah menjadikan masyarakat itu berolah raga, maka
bentuknya haruslah, memperolahragakan masyarakat.
Hubungan bahasa dengan kebudayaan yang
telah dipaparkan oleh Koentjaraningrat (1990) di atas, ternyata yang
memengaruhi perilaku berbahasa adalah budaya. Budaya di sini dalam
arti luas, termasuk sifat dan sikap yang dimiliki oleh penutur. Untuk
lebih memahami adanya hubungan budaya dan tindak tutur, serta melihat
budaya-budaya yang tidak sama, sehingga melahirkan pola tindak tutur
yang berbeda, camkan ilustrasi berikut.
Dalam masyarakat tutur Indonesia kalau ada
orang memuji, misalnya dengan mengatakan Bajumu bagus sekali!, atau
Wah rumah saudara besar sekali, maka yang dipuji akan menjawab pujian
itu dengan nada menolak merendah, misalnya dengan mengatakan Ah, ini
cuma baju murah kok dan Yah, beginilah namanya juga rumah di
kampung!. Akan tetapi kalau itu terjadi dalam budaya Inggris, tentu
akan dijawab dengan kata Terima kasih!. Contoh lain, dalam budaya
Indonesia hanya laki-laki yang dapat mengawini atau menikahi wanita,
sedangkan wanita tidak dapat mengawini atau menikahi laki-laki, sebab
kalimat dalam budaya Inggris, baik laki-laki maupun wanita dapat
menikahi lawan jenisnya. Dalam budaya Indonesia, informasi-informasi
(dalam bentuk tindak tutur) lebih sering disampaikan secara tidak
langsung dengan menggunakan bahasa kias atau bahasa isyarat, tetapi
dalam budaya Inggris lebih umum disampaikan secara langsung dengan
alat komunikasi verbal.
-
Hubungan Bahasa dengan kebudayaan
Hubungan antara kebudayaan lokal, tercermin
dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai unsur kebudayaan
lokal. Merupakan dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat
yang berbeda kebudayaan. Misal: penduduk suku Jawa yang tinggal
berbatasan dengan wilayah suku Sunda (Jawa Barat) antara lain Cilacap
dan Brebes, memiliki ragam bahasa yang merupakan perpaduan antara
bahasa Jawa dan Sunda.
Sistem
Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan
dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa
disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing,
kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan
pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik,
dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada
bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam
analisa kebudayaan manusia.
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau
sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk
berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari
bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta
variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku
bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam
klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga
dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas daerah
penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat
tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam
berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa
sering terjadi.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahasa merupakan sarana yang digunakan
manusia untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya. Tanpa
bahasa, kebudayaan akan sulit diterjemahkan dan diterima oleh
generasi penerus karenanya bahasa bersifat simbolis. Hal tersebut
mengandung arti bahwa melalui bahasa, suatu perkataan dapat
melambangkan arti apapun, meskipun hal atau benda yang dilambangkan
oleh kata tersebut tidak ada. Kebudayaan sendiri merupakan proses
hasil belajar, di mana bahasa berperan vital di dalamnya. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa bahasa memiliki peran sebagai cara
atau alat bagi orangtua dalam mewariskan kebudayaan dan bagi anak
sebagai cara atau alat untuk mempelajari kebudayaan tersebut.
B.
Saran
Diharapkan
pembaca dapat mengetahui dan memahami unsur-unsur kebudayaan serta
dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/pengertiankebudayaanSupartono
W. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.
http://id.wikipedia.org/wiki/unsurunsurkebudayaan
Langganan:
Postingan (Atom)