Tampilkan postingan dengan label SENI & BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI & BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa
Setelah Sholat Dhuha
اَللّٰهُمَّ
اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ
بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ
وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ
قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ
اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ
فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ
فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا
فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا
فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا
فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ
وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ
آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ
الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka
wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka
wal-'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya:
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu"
"Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh"
BIOGRAFI 9 TOKOH ULAMA FILSAFAT ISLAM LENGKAP
1.
Al-Razi
1.
Biografi Al-Razi
Nama lengkapnya
adalah Abu Bakr Muhammad bin Zakaria bin Yahya Al-Razi. Dia lahir di Ray, dekat
Teheran, Iran, pada 865 M/251 H. Al-Razi hidup di bawah pemerintahan Dinasti
Saman. Di kota Ray, Al-Razi belajar ilmu kedokteran pada Ali bin Rabban
al-Thabari, belajar ilmu filsafat pada al-Balkhi. Di samping itu, Al-Razi juga
belajar matematika, astronomi, sastra, dan kimia. Di masa mudanya, Al-Razi
hidup sebagai tukang intan, penukar mata uang, dan sebagai pemusik/pemetik
kecapi. Al-Razi menulis hampir semua karyanya kecuali matematika
Al-Razi dikenal
sebagai seorang pemberani dan pengeritik dogma-dogma Islam yang fundamental,
seperti soal Al-Qur`an, kenabian, dan takdir. Buku Naqd al-Adyan aw fi
al-Nubuwwah yang diduga kuat sebagai karyanya, menjadi sasaran kritik dari
lawan-lawannya, seperti: 1) Abu Hatim Al-Razi (seorang teolog, ahli hadis, dan
da’i beraliran Syi’ah Ismailiyah); 2) Abu Qasim al-Balkhi (seorang Mu’tazilah
yang berbeda soal waktu dan zaman); dan 3) Ibnu Tammar yang menolak tulisan
Al-Razi berjudul Al-Thibb Al-Ruhani.
Al-Razi meninggal
pada 5 Sya’ban 313 H bertepatan dengan 27 Oktober 925 M karena menderita
penyakit semacam katarak. Beberapa dokter menawarkannya untuk mengobati kebutaan
matanya, tetapi Al-Razi menolaknya dengan berkata, “Sudah banyak dunia yang aku
lihat, dan aku tidak ingin melihatnya kembali”.
2. Filsafat Ar-Razi
Al-Razi dikenal
dengan ajaran “Lima Kekal”, yaitu:
· al-Bari Ta’ala (Allah): hidup dan
aktif (dengan sifat independent).
· al-Nafs al-Kulliyyah (jiwa universal):
hidup dan aktif dan menjadi al-mabda` alqadim al-tsani (sumber kekal kedua).
Hidup dan aktifnya bersifat dependent. Al-Nafs al-Kulliyyah tidak berbentuk.
Namun karena punya naluri untuk bersatu dengan al-Hayula al-Ula, maka al-Nafs
al-Kulliyyah memiliki zat yang berbentuk (form) sehingga bisa menerima
sekaligus menjadi sumber penciptaan benda-benda alam semesta, termasuk badan
manusia. Ketika masuk pada benda-benda itulah, Allah menciptakan ruh untuk
menempati benda-benda alam dan badan manusia di mana jiwa (parsial)
melampiaskan kesenangannya. Oleh karena semakin lama jiwa bisa terlena pada
kejahatan, Allah kemudian menciptakan akal untuk menyadarkan jiwa yang terlena
dalam fisik tersebut.
· al-Hayula al-Ula (materi pertama):
tidak hidup dan pasif. Al-Hayula al-Ula adalah substansi (jauhar) yang kekal
yang terdiri dari dzarrah, dzarat (atom-atom). Materi yang sangat padat menjadi
substansi bumi, yang agak renggang menjadi substansi air, yang renggang menjadi
substansi udara, dan yang lebih renggang menjadi api. Al-Hayula al-Ula: kekal
karena tidak mungkin berasal dari ketiadaan. Buktinya, semua ciptaan Tuhan
melalui susunan-susunan (yang berproses) dan tidak dalam sekejab yg sangat
sederhana dan mudah.
· al-Makan al-Muthlaq (ruang absolut) ?
tidak aktif dan tidak pasif. Materi yang kekal membutuhkan ruang yang kekal
pula sebagai ‘tempat’ yang sesuai. Ada dua macam ruang: ruang partikular
(relatif) dan ruang universal. Yang partikular terbatas sesuai keterbatasan
maujud yang menempatinya. Sementara ruang universal tidak terbatas dan tidak
terikat pada maujud, karena bisa saja terdapat terjadi kehampaan tanpa maujud.
· al-Zaman al-Muthlaq (zaman absolut) ? tidak
aktif dan tidak pasif. Zaman atau masa ada dua: relatif/terbatas yang bisaa
disebut al-waqt dan zaman universal yang bisa disebut al-dahr. Yang terakhir
ini (al-dahr) tidak terikat pada gerakan alam semesta dan falak atau
benda-benda angkasa raya.
3. Kontroversi Pandangan Al-Razi Tentang
Kenabian
Sebagian dari
penjelasan al-Razi yang menunjukkan pengingkarannya pada kenabian dan cenderung
merendahkan posisi para nabi adalah dapat dilihat dalam dua buah karyanya,
Makhariq al-Anbiya` aw Hiyal al-Mutanabbi`in? (Kehebatan Para Nabi atau Tipu
Muslihat Orang-Orang yang Mengaku Nabi?) dan Naqd al-Adyan aw fi al-Nubuwwah?
(Kritik atas Agama-Ag/ama atau Kenabian?). Karya yang pertama mendapat sambutan
cukup sukses di kalangan kelompok yang menyebarkan ajaran zindiq dan ateis,
khususnya kaum Qaramithah (salah satu dari sekte-keagamaan Syi’ah–pen).
Abu Hatim menyebut
bahwa al-Razi berkata, “Yang lebih utama bagi hikmah
dan kasih sayang
Sang Maha Bijaksana adalah memberi inspirasi pada seluruh hamba-Nya untuk mengetahui,
baik cepat atau lambat, beberapa manfaat dan kemudharatan, dan tidak boleh
melebihkan sebagian mereka dari yang lain serta tidak boleh terdapat
pertentangan dan pertikaian di antara mereka sehingga menyebabkan kebinasaan.
Hal ini lebih hati-hati dari pada Dia menjadikan sebagian dari mereka beberapa
pemimpin, lalu pengikut-pengikutnya membenarkan sang imam (pemimpin) dan
mengingkari pemimpin lainnya sehingga terjadi peperangan di antara mereka dan
menimbulkan bencana. Keba-nyakan manusia binasa karena hal ini”. Disebutkan
pula bahwa Al-Razi mengatakan, “Para nabi tidak berhak mengaku diri mereka
sebagai manusia yang istimewa, baik secara akal maupun spiritual, karena
seluruh manusia adalah sama dan bentuk keadilan dan kebijaksanaan Allah Swt. adalah
tidak boleh memberi keistimewaan seseorang atas lainnya”.
2.
Al-Farabi
1.
Biografi Al-Farabi
Nama lengkapnya
adalah Abu Nashr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Auzalagh. Lahir pada 870
M di desa Wasij, bagian dari Farab, yang termasuk bagian dari wilayah Mā Warā`a
al-Nahr (Transoxiana); sekarang berada di wilayah Uzbekistan. Al-Farabi
meninggal di Damaskus, ibukota Suriah pada umur sekitar 80 tahun, tepatnya pada
950 M. Di negeri Barat, al-Farabi dikenal dengan nama Avennaser atau Alfarabius.
Ayahnya berasal dari Persia (Suriah) yang pernah menjabat sebagai panglima
perang Turki. Sedang ibunya berasal dari Turki.
2.
Filsafat al-Farabi
Al-Farabi
menggunakan proses konseptual yang disebutnya dengan nazhariyyah al-faidh
(teori emanasi) untuk memahami hubungan antara Tuhan danalam pluralis dan
empirik. Menurut teori ini, alam terjadi dan tercipta karena pancaran dari Yang
Esa (Tuhan); yaitu keluarnya mumkin al-wujud (disebut alam) dari pancaran Wājib
al-Wujud (Tuhan). Proses terjadinya emanasi (pancaran) ini melalui tafakkur
(berpikir) Tuhan tentang diri-Nya, sehingga Wājib al-Wujūd juga diartikan
sebagai “Tuhan yang berpikir”. Tuhan senantiaa aktif berpikir tentang diri-Nya
sendiri sekaligus menjadi obyek pemikiran. Al-Farabi memberi 3 istilah yang
disandarkan padaTuhan: al-‘Aql (akal, sebagai zat atau hakikat dari akal-akal);
al-‘Āqil (yang berakal, sebagai subyek lahirnya akal-akal); dan al-Ma’qūl (yang
menjadi sasaran akal, sebagai obyek yang dituju oleh akal-akal).
Sistematika teori
emanasi al-Farabi adalah sebagai berikut:
· Tuhan sebagai al-‘Aql dan sekaligus
Wujud I. Tuhan sebagai al-‘Aql (Wujud I) ini berpikir tentang diri-Nya hingga
melahirkan Wujud II yang substansinya adalah Akal I → al-Samā` al-Awwal (langit pertama).
· Wujud II itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud III yang substansinya Akal II → al-Kawākib (bintang-bintang).
· Wujud III itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud IV yang substansinya Akal III → Saturnus.
· Wujud IV itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud V yang substansinya Akal IV → Jupiter.
· Wujud V itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud VI yang substansinya Akal V → Mars.
· Wujud VI itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud VII yang substansinya Akal VI → Matahari.
· Wujud VII itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud VIII yang substansinya Akal VII → Venus.
· Wujud VIII itu berpikir tentang Wujud
I hingga melahirkan Wujud IX yang substansinya Akal VIII → Mercury.
· Wujud IX itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud X yang substansinya Akal IX → Bulan.
· Wujud X itu berpikir tentang Wujud I
hingga melahirkan Wujud XI yang substansinya Akal X → Bumi, ruh, dan materi pertama (hyle) yang
menjadi dasar terbentuknya bumi: api, udara, air, dan tanah. Akal X ini disebut
juga al-‘aql alfa’āl (akal aktif) yang bisaanya disebut Jibril yang berperan
sebagai wāhib alsuwar (pemberi bentuk, form).
Al-Farabi membagi
wujud-wujud itu ke dalam dua kategori: 1) esensinya tidak berfisik (baik yang
tidak menempati fisik (yaitu Tuhan, Akal I, dan Akal-Akal Planet) maupun yang
menempati fisik (yaitu jiwa, bentuk, dan materi). 2) esensinya berfisik (yaitu
benda-benda langit, manusia, hewan, tumbuhan, barang-barang tambang, dan unsur
yang empat, yaitu: api, udara, air, dan tanah).
Pemikiran
al-Farabi yang lain adalah tentang jiwa. Menurutnya, jiwa berasal dari pancaran
Akal X (Jibril). Hubungan antara jiwa dan jasad hanya bersifat accident
(‘ardhiyyah), artinya ketika fisik binasa jiwa tidak ikut binasa, karena
substansinya berbeda. Jiwa manusia disebut al-nafs al-nāthiqah (jiwa yang
berpikir) yang berasal dari alam Ilahi, sedang jasad berasal dari alam khalq
yang berbentuk , berkadar, bergerak, dan berdimensi. Jiwa manusia, menurut
al-Farabi, memiliki 3 daya:
· Daya gerak (quwwah muharrikah),
berupa: makan (ghadiyah, nutrition), memelihara (murabbiyah, preservation), dan
berkembang biak (muwallidah, reproduction).
· Daya mengetahui (quwwah mudrikah),
berupa: merasa (hassah, sensation) dan imajinasi (mutakhayyilah, imagination).
· Daya berpikir (al-quwwah al-nathiqah,
intellectual), berupa: akal praktis (‘aql ‘amali) dan akal teoretis (‘aql
nazhari).
Menurut Al-Farabi,
Nabi dan filosof sama-sama mampu berkomunikasi dengan ‘aql fa’āl (akal ke-10)
yang tidak lain adalah Jibril, karena keduanya sampai pada tingkat ‘aql
mustafād. Hanya keduanya memiliki perbedaan: nabi mampu berkomunikasi dengan
akal ke-10 tanpa melalui latihan khusus karena mendapat limpahan dari Tuhan
berupa kekuatan atau daya suci (quwwah qudsiyyah) yang di dalamnya ada daya
imaginasi luar bisaa, berupa al-hads (semacam insight khusus). Sementara
filosof harus melalui latihan yang serius dan cukup lama. Dengan demikian, nabi
lebih tinggi tingkatannya daripada filosof. Dan bisa juga dikatakan bahwa
setiap nabi pasti seorang filosof, tetapi setiap filosof belum tentu seorang
nabi.
3.
Ibnu Maskawaih
1.
Biografi Ibnu Maskawaih
Maskawaih adalah
seorang filosuf muslim yang memusatkan perhatiannya pada etika islam. Ia
seorang sejarawan tabib, ilmuan dan sastrawan. Nama lengkapnya adalah Abu Ali
Al-Khasim Ahmad bin Ya’qub bin Maskawaih. Namanya yang lebih masyhur adalah
Maskawaih atau Ibnu Maskawaih.dari gelar ini tidak salah jika orang mengatakan
bahwa Maskawaih tergolong menganut aliran syi’ah. Maskawaih dilahirkan di Ray
(Iran), pada 320H (932M) dan wafat di Asfahan pada 9 Safar 421H (16 Pebruari
1030M).
2. Karya-Karya Ibnu Maskawaih
Maskawaih dikenal
terutama dalam keahliannya sebagai sejarawan dan filosuf, Maskawaih memperoleh
sebutan Bapak Etika Islam, karena Maskawaih-lah yang pertama mengemukakan teori
etika dan sekaligus menulis buku tentang etika.
Adapun karya-karya
Maskawaih yang dapat terekam oleh para penulis (sejarahwan) diantaranya adalah
sebagai berikut:
· Kitab Al-Fauz Al-Ashgar, tentang
ketuhanan, jiwa dan kenabian (metafisika).
· Kitab Al-Fauz Al-Akbar, tentang etika.
· Kitab Thabarat Al-Nafs, tentang etika.
· Kitab Tadzhib Al-Akhlaq Wa Rath-hir
Al-‘Araq, tentang etika.
· Kitab Tartib As-Sa’adat, tentang etika
dan politik terutama mengenai pemerintahan Bani Abbas dan Bani Buwaih
· Kitab Tajarib Al-Umam, tentang sejarah
yang berisi peristiwa-peristiwa sejarah sejak setelah air bah Nabi Nuh hingga
tahun 369H.
· Kitab Al-Jami’, tentang ketabiban.
· Kitab Al-Adawiyah, tentang
obat-obatan.
· Kitab Al-Asyribah, tentang minuman.
Berdasarkan banyak
kitab yang ditulisnya maka ketokohannya sebagai ahli filsafah dan pengarang
tidak dapat dinafikan. Ide dan pandangannya jelas mendahului zaman
menjadikannya sebagai salah seorang ilmuwan sarjana Islam yang tiada tolak
bandingan pada zamannya.
3. Filsafat Ibnu Maskawaih
a. Hikmah dan Falsafah
Maskawaih
membedakan antara pengertian hikmah (kebijaksanaan , wisdom) dan falsafah
(filsafat). Menurutnya, hikmah adalah keutamaan jiwa yang cerdas (aqilah) yang
mampu membeda-bedakan (Mumayyis). Hikmah adalah bahwa engkau mengetahui segala
yang ada (Al-Maujudat) atau engkau mengetahui perkara-perkara ilahiah
(ketuhanan) dan perkara-perkara insaniah (kemanusiaan), dan hasil dari
pengetahuan engkau mengetahui kebenaran-kebenaran sepiritual (ma’qulat) dapat
membedakan mana yang wajib dilakukan dan mana yang wajib ditinggalkan.
Maskawaih membagi
filsafat menjadi dua bagian : bagian teori dan bagian praktis. Bagian teori
merupakan kesempurnaan manusia yang mengisi potensinya untuk dapat mengetahui
segala sesuatu, hingga dengan kesempurnaan ilmunya itu pikirannya benar.
Sedangkan bagian praktis merupakan kesempurnaan manusia yang mengisi potensinya
untuk dapat melakukan perbuatan-perbuatan moral. Jika manusia memiliki dua
bagian filsafat, yang teoritis dan yang praktis tersebut, maka ia telah
memperoleh kebahagiaan yang sempurna.
4.
Ibnu Rusyd
1.
Biografi Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd atau
nama lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad lahir di Kardova pada tahun 1126.
Beliau ahli falsafah yang paling agung pernah dilahirkan dalam sejarah Islam.
Pengaruhnya bukan sahaja berkembang luas didunia Islam, tetapi juga di kalangan
masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau dikenal sebagai Averroes. Keturunannya
terdiri daripada golongan yang berilmu dan ternama. Bapanya dan datuknya
merupakan kadi di Kardova.
Pada lewat
penghujung usianya, kedudukan Ibnu Rusyd dipulihkan semula apabila Khalifah
Al-Mansor Al-Muwahhidi menyadari kesilapan yang dilakukannya. Namun, segala
kurniaan dan penghormatan yang diberikan kepadanya tidak sempat dikecapi karena
beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1198.
Kematiannya
merupakan kehilangan yang cukup besar kepada kerajaan dan umat Islam di
Sepanyol. Beliau tidak meninggalkan sebarang harta benda melainkan ilmu dan
tulisan dalam pelbagai bidang seperti falsafah, perubatan, ilmu kalam, falak,
fiqh, muzik, kaji bintang, tatabahasa, dan nahwu. Antara karya besar yang
pernah dihasilkan oleh Ibnu Rusyd termasuklah "Kulliyah fit-Thibb"
yang mengandungi jilid, mengenai perubatan secara umum, MabadilFalsafah
(Pengantar Ilmu Falsafah), Tafsir Urjuza yang membicarakan perubatan dan
tauhid, Taslul, buku mengenai ilmu kalam, Kasyful Adillah, yang mengungkap
persoalan falsafah dan agama, Tahafatul Tahafut, ulasannya terhadap buku Imam
Al-Ghazali yang berjudul Tahafatul Falaisafah, dan Muwafaqatil Hikmah Wal
Syari'a yang menyentuh persamaan antara falsafah dengan agama.
2. Filsafat Ibnu Rusyd
Pembicaraan
falsafah Ibnu Rusyd banyak tertumpu pada persoalan yang berkaitan dengan
metafizik, terutamanya ketuhanan. Beliau telah mengemukakan idea yang bernas
lagi jelas, dan melakukan pembaharuan semasa membuat huraianya mengenai perkara
tersebut. Pembaharuan ini dapat dilihat juga dalam bidang perubatan apabila
Ibnu Rusyd memberi penekanan tentang kepentingan menjaga kesihatan.
Beberapa pandangan
yang dikemukakan dalam bidang perubatan juga didapati mendahului zamannya.
Beliau pernah menyatakan bahawa demam campak hanya akan dialami oleh setiap
orang sekali sahaja. Kehebatannya dalam bidang perubahan tidak berlegar di
sekitar perubatan umum, tetapi juga merangkum pembedahan dan fungsi organ di
dalam tubuh manusia. Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Ibnu Rusyd turut
menjangkau bidang yang berkaitan dengan kemasyarakatan apabila beliau cuba
membuat pembahagian masyarakat itu kepada dua golongan iaitu golongan elit yang
terdiri daripada ahli falsafah dan masyarakat awam.
Pembahagian strata
sosial ini merupakan asas pengenalan pembahagian masyarakat berdasarkan kelas
seperti yang dilakukan oleh ahli falsafah terkemudian, seperti Karl Max dan
mereka yang sealiran dengannya. Apabila melihat keterampilan Ibnu Rusyd dalam
pelbagai bidang ini, maka tidak syak lagi beliau merupakan tokoh ilmuwan Islam
yang tiada tolok bandingannya. Malahan dalam banyak perkara, pemikiran Ibnu
Rusyd jauh lebih besar dan berpengaruh jika dibandingkan dengan ahli falsafah
yang pernah hidup sebelum zamannya ataupun selepas kematiannya.
5.
Ibnu Sina
1.
Biografi Ibnu Sina
Ibnu Sina yang
memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah, lahir di Afshana dekat
Bukhara (Asia Tengah) pada tahun 981. Pada usia sepuluh tahun, dia telah
menguasai dengan baik studi tentang Al Quran dan ilmu-ilmu clasar. Ilmu logika,
dipelajarinya dari Abu Abdallah Natili, seorang filsuf besar pada masa itu.
Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam.
Kemampuannya dalam
bidang pengobatan sudah begitu mumpuni di usianya yang masih belia. Bahkan
ketika usianya baru tujuhbelas tahun, dia sudah berhasil menyembuhkan penguasa
Bukhara, Nun Ibn Manshur. Padahal sebelumnya para pakar kesehatan kerajaan
sudah menyerah, tak satu pun yang mampu mengatasi penyakit sang raja. Atas
jasanya itu, Manshur bermaksud memberinya hadiah. Namun Ibnu Sina justru lebih
memilih izin dari sang raja untuk diperkenankan meggunakan perpustakaan
kerajaan yang dikenal memiliki koleksi buku-buku yang unik.
2. Filsafat Ibnu Sina
Karya Ibnu Sina
dalam bidang filsafat yang terkenal adalah Al-Najat, Isyarat, dan al-Shifa
(buku yang berisi tentang penyembuhan penyakit) merupakan ensiklopedi
filosofis. Di dalamnya berisi jangkauan pengetahuan yang luas, dari filsafat
hingga ilmu pengetahuan. Filsafat Ibnu Sina merupakan penggabungan tradisi
Aristotelian, pengaruh Neoplatonic dan teologi Islam. Ibnu Sina mengelompokkan
seluruh bidang ilmu ke dalam dua kategori besar, yakni: pengetahuan teoritis
dan pengetahuan praktis. Pengetahuan teoritis meliputi fisika, matematika, dan
metafisika, sedangkan pengetahuan praktis meliputi etika, ilmu ekonomi, dan
ilmu politik.
Jenius yang satu
ini tidak pernah berhenti mengembara, baik secara fisik maupun secara batin.
Secara fisik, dia terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, untuk
memuaskan rasa ingin tahunya terhadap segala hal, serta untuk dapat belajar,
belajar, dan belajar. Karena terlalu banyak memeras otak dan diperparah oleh
gejolak politik pada masa itu, kesehatannya semakin memburuk. Akhirnya, pada
tahun 1037 dia kembali ke Hamadan, dan meninggal di sana.
6.
Mulla Shadra
1.
Biografi Mulla Sadra
Shadr al-Din
Muhammad ibn Ibrahim ibn Yahya Qawami al-Syirazi atau yang lebih dikenal dengan
Mulla Shadra, dilahirkan di Syiraz pada tahun 1572 M. Pendidikan dasarnya
dijalani dikotanya dalam bidang al-Qur'an, Hadis, Bahasa Arab dan Bahasa Persia
kemudian dilanjutkan di Isfahan sebuah kota pusat studi yang penting pada masa
itu. Di sana, Mulla Shadra berguru kepada Baha' al-Din al-Amili (w. 1622 M),
Mir Damad (w. 1631) dan Mir Abu Al-Qasim Findereski (w. 1640).
Konon, Mulla
Shadra pernah melaksanakan ibadah haji dengan berjalan kaki sebanyak tujuh
kali, dan wafat di Basrah sekembalinya dari menunaikan ibadah haji yang ketujuh
pada 1641.
2. Karya-Karya Mulla Sadra
Sumbangan filsafat
Mulla Shadra sangatlah banyak diantaranya; Al- Suhrawadi, Hikmah Al-Isyraq,
Al-Abhari, Al-Hidayah fi Al-Hikmah, dan Ibn sina, Al-Syifa bersanding dengan
risalah-risalahnya tentang organization, Resurraction (Awal Penciptaan dan Hari
Akhir), Predicating Essence of Existence, dan beberapa makalah singkatnya dalam
tema-tema serupa. Namun, karya filsafatnya yang berpengaruh adalah Al-Masya'ir
(Keprihatinan), Kasr Asnam Al-Jahiliyah (Menghancurkan Arca-Arca Paganisme),
dan "Hikmah Transedental", yang lebih dikenal sebagai "Empat
Pengembaraan" (Al-Asfar Al-Arba'ah).
3. Filsafat Mulla Sadra
Dalam bagian
pendahuluan kitab Al-Asfar, Mulla Shadra menyesalkan sikap berpaling masyarakat
Muslim dari studi filsafat. Padahal, prinsip-prinsip filsafat yang dipadukan dengan
kebenaran wahyu Nabi adalah cermin nilai kebenaran tertinggi.
Menurutnya,
keharmonisan itu menunjukkan kebenaaran tunggal yang dibawa
oleh Adam. Dari
Adam, kebenaran ini diturunkan kepada Ibrahim, kemudian para filosof Yunani,
lalu para sufi, dan akhirnya, para filosof pada umumnya. Orang-orang Yunani,
tulisannya, semula menjadi penyembah binatang. Akan tetapi, dalam
perjalanannya, mereka mengambil filsafat dan teologi dari Ibrahim.
Dalm konteks ini,
Mulla Shadra membedakan dua kategori filosof Yunani kuno. Kategori pertama
dimulai oleh Thales dan berakhir pada Socrates dan Plato. Dan kategori kedua
dimulai oleh Pythagoras yang menerima filsafat dari sulaiman dan para rahib
Mesir-seperti yang terungkap dari banyak catatan sejarah filsafat Arab. Di antara
"tiang-tiang filsafat", Mulla Shadra menyebut nama Empedocles,
Pythagoras, Socrates, Plato, dan Aristoteles, sedangkan mengenai hubungan
Plotinus-yang dijulukinya dengan guru Yunani dan acp disebutnya dengan rasa
hormat dengan Plato dan Aristoteles, Mulla Shadra, seperti kebanyakan filosof
Muslim lainnya, samasekali berskap diam. Semua "tiang filsafat"
Yunani yang disebutkan di atas, menurut
Mulla Shadra, menerima "cahaya Hikmah" dari "mercusuar
kenabian".
Inilah sebabnya,
para filosof itu secara keseluruhan bersesuaian dengan para nabi dalam
persoalan-persoalan menyangkut keesaan Tuhan, penciptaan alam, dan hari
kebangkitan. Terlepas dari pandangannya tentang sejarah filsafat ini, sosok
metodologi
Mulla Shadra yang
mesti diperhatikan adalah penerapan kategori-kategori filsafat dan tasawuf pada
ajaran-ajaran Syi'ah. Dia berpendapat bahwa tahapan kenabian dalam sejarah
dunia berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad Saw., "pamungkas para
nabi". Tahapan selanjutnya ialah imamah (wilayah/wishayah) yang terdiri
dari dua belas imam Syi'ah. Imamah akan terus berlanjut hingga kembalinya imam
kedua belas yang saat ini masih gaib menurut doktrin Syi'ah.
7. AL-KINDI
Nama Al-Kindi dari
nama sebuah suku, yaitu banu kindah yang suku keturunan kindah, yang berlokasi
di daerah selatan Jazirah Arab, dan nama lengkap: Abu Yusuf Ya’kub Ibnu Ishak
al-sabah, Ibnu Imran, Ibnu al-Asha’ath, Ibnu Kays al-Kindi, keturunan susu kays.
Gelar Abu Yusuf (bapak dari anak yang bernama Yusuf), lahir tahun 185 H (801 M)
di Kufah, nama orang tua Ishak Ashshabbah dengan jabatan Gubernur di Kufah,
pada masa pemerintahan al-Mahdi dan Harun al-Rasyid dari Bani Abbas.
Al-Kindi (801-873
M), di dunia Barat terkenal dengan nama al-Kindus. Beliau adalah keturunan
bangsawan Arab dari kerajaan Kinda (Yaman), lahir di Basrah pada tahun 185 H
anak Ishak al-Shabbah , gubernur di Kufah (Irak) semasa pemerintahan
khalifah-khalifah al-Mahdi dan Harun al-Rasyid.
Al-Kindi mengalami
kemajuan pikiran islam dan penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab,
bahkan ia termasuk pelopornya. Bermacam-macam ilmu telah dikajinya, terutama
filsafat, dalam suasana yang penuh pertentangan agama dan mashab, dan dibanjiri
oleh paham golongan Mutazilahserta ajaran-ajaran Syah.
Karyanya al-Kandi
banyak mengarang buku yang kurang lebih berjumlah 241 dalam berbagai bidang
ilmu terutama bidang filsafat, logika, aritmatika, astronomi, kedokteran, ilmu
jiwa, politik optika, musik, matematika, dan sebagainya.
Isi
karangan-karangan tersebut bermacam-macam antara lain bidang filsafat, logika,
aritmatika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik optika, musik,
matematika, dan sebagainya. Al-kindi tidak banyak membicarakan persoalan-persoalan
filsafat yang rumit dan yang telah dibahas sebelumnya, akan tetapi dia tertarik
dengan definisi-definisi dan penjelasan kata-kata dan lebih mengutamakan
ketelitian kata-kata dari pada menyelami problema-problema filsafat.
Karangan-karannya
terkenaldikemukakan oleh seorang ahli penemuan jerman, yang hillmuth Ritter
diperpustakaan aya sofra, istambul, dan terdiri dari 29 risalah yang
membicarakan persoalan alam dan filsafat yaitu ke-Esahan Tuhan, akal, jiwa,
filsafat, pertama. Risalah-risalah tersebut diterbitkan dimesir oleh M.
Abdul-Radi Aburaida
8. AL GHAZALI
Nama lengkapnya
Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Ahmad Al Ghazali, lebih dikenal dengan Al Ghazali.
Dia lahir di kota kecil yang terletak di dekat Thus, Provinsi Khurasan,
Republik Islam Irak pada tahun 450 H (1058 M).
Nama Al Ghazali
ini berasal dari ghazzal, yang berarti tukang pintal benang, karena pekerjaan
ayahnya adalah memintal benang wol. Sedangkan Ghazali juga diambil dari kata
ghazalah, yaitu nama kampung kelahiran Al Ghazali dan inilah yang banyak
dipakai, sehingga namanya pun dinisbatkan oleh orang-orang kepada pekerjaan
ayahnya atau kepada tempat lahirnya.
Karya-karya Imam Al Ghazali
Rampung dari
mempelajari beberapa filsafat, baik Yunani maupun dari pendapat-pendapat
filosof Islam, Al Ghazali mendapatkan argumen-argumen yang tidak kuat, bahkan
banyak yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, Al Ghazali
menyerang argumen filosof Yunani dan Islam dalam beberapa persoalan. Di
antaranya, Al Ghazali menyerang dalil Aristoteles tentang azalinya alam dan
pendapat para filosof yang mengatakan bahwa Tuhan tidak mengetahui perincian
alam dan hanya mengetahui soal-soal yang besar saja. Ia pun menentang argumen
para filosof yang mengatakan kepastian hukum sebab akibat semata-mata, mustahil
adanya penyelewengan.
Al Ghazali
mendapat gelar kehormatan Hujjatul Islâm atas pembelaannya yang mengagumkan
terhadap agama Islam, terutama terhadap kaum bâthiniyyah dan kaum filosof.
Sosok Al Ghazali mempunyai keistimewaan yang luar biasa. Dia seorang ulama,
pendidik, ahli pikir dalam ilmunya dan pengarang produktif.
Filsafat Ketuhanan Al Ghazali
Al Ghazali
memandang metafisika (ketuhanan) dengan memberi reaksi keras terhadap
Neoplatonisme Islam. Menurutnya, banyak kesalahan para filosof, karena mereka
tidak teliti dalam lapangan logika dan matematika. Untuk itu, Al Ghazali
mengecam secara langsung dua tokoh Neoplatonisme muslim (Al Farabi dan Ibn
Sina) serta secara tidak langsung terhadap Aristoteles, guru mereka. Menurut Al
Ghazali, dalam Tahâfut Al Falâsifah, para pemikir bebas tersebut ingin
meninggalkan keyakinan-keyakinan Islam dan mengabaikan dasar-dasar pemujaan
ritual dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna bagi pencapaian
intelektual mereka.
Pandangan Al
Ghazali tentang filsafat ketuhanan terdiri dari tiga masalah pokok, yaitu:
a. Masalah Wujud
Al Ghazali
mengikuti tradisi ulama kalam Al Asy’ari, dalam menetapkan wujud Tuhan. Beliau
menggunakan dalil wujud Tuhan atas dua bentuk, yaitu dalil naqli dan dalil
aqli. Penggunaan dalil naqli yakni melalui perenungan terhadap ayat-ayat Al
Qur`ân sambil memperhatikan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan bahwa dengan
perenungan ayat dan fenomena alam yang serba teratur, manusia akan sampai pada
pengakuan terhadap wujud Tuhan.
Ia menunjukkan
wujud Tuhan melalui dalil aqli dan ia mempertentangkan wujud Allah dengan wujud
makhluk. Wujud Allah adalah qadîm, sedangkan wujud makhluk adalah hadîts
(baru). Wujud hadîts menghendaki sebab gerak yang mendahuluinya sebagai
penggerak yang mengadakannya. Sebab musabab ini tidak akan berakhir sebelum
sampai kepada Yang Qadîm yang tidak dicipta dan digerakkan. Sedangkan jika
wujud Allah hadîts, tentu akan menghendaki sebab musabab seperti itu juga, yang
sudah pasti tak akan ada pangkal pokok geraknya. Hal demikian adalah suatu hal
yang mustahil dan tak akan menghasilkan apa-apa.
b. Masalah Dzat
dan Sifat
Al Ghazali
membatasi diri dari pembahasan tentang Dzat Tuhan dengan mengemukakan hadits
Nabi Muhammad saw. yang melarang manusia memikirkan dzat Allah SWT. Dari itu,
beliau menegaskan bahwa akal menusia tidak akan sampai mencapai dzat itu. Cukup
bagi manusia hanya mengetahui sifat af’âlnya saja. Sedangkan dalam membahas
sifat Tuhan, Al Ghazali cenderung mengikuti para mutakallimîn dari madzhab
Asy’ari. Beliau menetapkan adanya sifat dzat yang diistilahkan dengan sifat
salbiyyah (sifat yang menafikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesempurnaan
dzat Allah SWT). Sifat salbiyyah ini ada lima, yaitu: Qidâm (tidak
berpemulaan), Baqâ` (kekal), Mukhâlafah li Al Hawâdits (berlainan dengan yang
baru), Qiyâmuh Bi Nafsih (berdiri sendiri) dan Wahdâniyyah (esa).
Sifat-sifat ini
menafikan kesempurnaan makhluk dan menetapkan kesempurnaan Allah SWT. Selain
sifat salbiyyah, adapula sifat ma’âni (sifat-sifat yang melekat pada dzat Allah
SWT.) Dia bukanlah dzatnya dan adanya sifat ini bersamaan dengan adanya Allah
SWT. dan tidak dapat dipisahkan dari dzatnya. Sifat ma’âni ada tujuh yaitu:
Qudrah (Maha Kuasa), Iradah (Maha Berkehendak), ‘Ilmu (Maha Mengetahui), Sama’
(Maha Mendengar), Bashar (Maha Melihat), Kalam (Maha Berbicara) dan Hayat (Maha
Hidup).
c. Masalah Af’al
Al Ghazali
berpendapat bahwa perbuatan Allah SWT. tidak terbatas dalam menciptakan alam
saja, tetapi Allah SWT. juga menciptakan perbuatan manusia dan ikhtiarnya.
Perbuatan manusia tidaklah terlepas dari kehendak Allah SWT. Manusia hanya
diberi kekuasaan dalam lingkungan kehendak Tuhan. Jadi pebuatan dan ikhtiar
manusia adalah terbatas dan tidak akan melampaui garis-garis qadar. Dalam
menguraikan af’al ini, Al Ghazali mengembalikan permasalahan kepada firman
Allah SWT dalam Q.S. Fâthir ayat 8.
9. AL BIRUNI
Al-Biruni dikenal sebagai salah satu
ilmuwan yang memiliki banyak bakat. Sebagai bukti banyak karya karya yang lahir
dari pemikiran Al Biruni dari berbagai bidang. Bidang matematika dan ilmu falak
/ astronomi menjadi contoh bidang yang sangat dikuasai oleh Al Biruni. Buku
buku yang ditulis menjadi karya agung Al Biruni rata rata dalam bahasa Persia.
Karya karya AL BIRUNI
Pada saat bermumur
tujuh belas tahun, Al Biruni melakukan penelitian garis lintang Kath, Khawarizm
dengan menggunakan altitude maxima matahari (solar maxima). Berlanjut di usia
dua pulu dua tahun beberapa hasil penelitian termasuk beberapa proyeksi peta
dan kartografi menjadi objek hasil kerjanya. Dalam penelitian ini tercakup di
dalamnya bagaimana menggambar permukaan bumi di bidang datar.
Al Biruni
Pada saat berumur
27 tahun, Al biruni menulis sebuah buku dengan judul Chronology. Buku ini
memaparkan hasil kerja yang telah dilakukannya. Selain itu beberapa buku
tentang penelitian perbintangan, buku tentang sistem bilangan desimal (bilangan
berbasis sepuluh) dalam bidang matematika, buku buku tentang sejarah sebanyak
dua buah. Dalam geografi, Al biruni melakukan penelitian dan pembuktian
jari-jari bumi sebesar 6339,6 km, kemudian berdasarkan penelitian tersebut
barulah bangsa eropa dan amerika melakukan penelitian lebih detail tentang jari
jari bumi ini.
Sebuah karya besar
sejarah yang di hasilkan Al Biruni yaitu buku Tarikh Al Hind. Buku ini
menceriterakan sejarah peradaban dari India. Namun sebelumnya Al Biruni juga
pernah menulis sebua buku bertema sejarah orang orang jaman purba dengan judul
Al Ardhul Baqiyah anil Qurnil Khaliyah. Pada abad ke sembilan belas bukut tersebut
dialih-bahasakan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Chronology of Ancient
Nations. Terakhir kali buku tersebut dicetak dalam bahasa Inggris pada tahun
1993.
Kembali ke bidang
astronomi, sebuah buku pernah ditulis untuk raja yang berkuasa saat itu, yakni
Sultan Masud Al Gaznawi. Buku dengan judul Al Qanunul Mas’udi fil Hai’ah wan
Nujum memuat report dari seluk beluk ilmu falak. Selanjutnya dalam hubungan
matematika astronomi, penggunaan geometri dalam ilmu astronomi ditulislah buku
At Tafhim fi Awa’il Sina’atit Tanjim.
Semua buku yang
ditulis oleh Al Biruni, merupakan buku buku yang berisi sebuah karya asli
beliau. Originality buku tersebut sangat di akui dunia. Buku buku tersebut
mampu menjadi kitab yang memberikan arahan akan penyelesaian masalah yang sering
diperdebatkan ilmuwan lainnya pada waktu itu. Terlebih dibidang geografi dimana
saat itu masih diperdebatkan tentang rotasi bumi (berputarnya bumi pada
sumbunya) lalu juga tentang ketetapan garis latitude ( garis lintang) dan garis
longitude (garis bujur), dan beberapa hipotesis tentang alam semesta dan isinya
yang bersifat berubah rubah. Beberapa ahli berpendapat bahwasanya teori
relativitas yang diperkenalkan oleh Einstein merupakan pengembangan dari teori
yang pernah diperkenalkan Al Biruni.
15 Contoh dari Alat Komunikasi Tradisional
1 .Kentongan
kentongan
masih sampai saat ini masih bisa ditemukan dan masih digunakan di masyarakat.
Fungsi utama alat ini adalah untuk mengumpulkan orang , biasanya digunakan pada
ronda malam. ketukan pelan berarti anda harus tetap waspada dan bila seseorang
mengetuknya kencang berarti ada sebuah bahaya datang.
2. Daun Lontar
Daun lontar
digunakan sebagai pengganti dari kertas bila di jaman sekarang, tentu saja
fungsinya sama dengan jaman sekarang bisa digunakan untuk menulis pesan dan
juga menyimpan catatan penting ataupun informasi penting untuk diingat.
3. Lonceng
Sebuah alat
yang terbuat dari Logam ini bisa menghasilkan bunyi yang memiliki arti sesuai
dengan daerah atau tempat Lonceng ini dipasang. dan tentunya isyarat yang
dihasilkan dari bunyi lonceng bisa membuat yang mendengarnya paham akan sesuatu
yang harus dilakukan. Bisa digunakan untuk mengumpulkan orang, mengingatkan
waktu ibadah dan juga tanda bahaya
4. Hewan
Hewan yang
sudah terlatih bisa dijadikan perantara yang tepat misalnya burung merpati ,
anjing dan juga hewan lainya yang bisa menyampaikan apa yang hendak kita
sampaikan kepada penerima pesan.
5. Tongkat
Dalam sistem
kerajaan zaman dulu peran tongkat sangat vital bagi raja dalam memberikan
informasi tanpa harus mengeluarkan suara keras, Raja cukup menghentakan
tongkatnya setiap hentakan tentunya memiliki sebuah arti yang berbeda yang
harus sudah difahami rakyatnya.
6. Surat
Menggunakan
media kertas ataupun daun yang bisa menyampaikan tulisan yang kita buat secara
khusus kepada seseorang , kelompok ataupun organisasi. Sampai saat ini Surat
menyurat masih dilakukan meskipun tidak segencar dahulu kala
7. Terompet
Untuk
berbagai daerah di eropa dan Negara barat penggunaan Terompet identic dengan
sebuah perayaan , maka dari itu bila terdengar suara terompet maka menandakan
ada sebuah acara meriah sedang digelar.
8. Asap
Hal yang sangat
efektif dalam meminta bantuan ketika tersesat di hutan adalah mengepul asap
secara terstruktur yang membuat orang yang melihat kepulan asap yang dibuat
akan mengerti bahwa kepulan asap yang dihasilkan adalah sebuah pesan meminta
pertolongan.
9. Prasasti
Tak adanya
teknologi yang bisa membuat alat penyimpan informasi yang aman dan bisa tahan
lama . maka zaman dahulu informasi penting akan dituliskan dalam sebuah Batu
untuk bisa menjaga sebuah pesan dan tata tertib agar tidak mudah rusak termakan
usia.
10. Bedug
Dengan
tabuhan Bedug yang berirama bisa menjadikan para pendengarnya akan faham apa
pesan yang dimaksud . bisa untuk memanggil masa, mengingatkan waktu ibadah dan
juga adanya sebuah pentas.
11. Gong
Alat yang
terbuat dari Logam ini identik dengan suaranya yang khas dan juga sampai
sekarang masih digunakan , fungsinya selain sebagai pelengkap alat musik juga
sebagai peresmian dari acara acara sakral.
12. Gamelan
Dengan alat
musik ini orang yang mendengarkan akan paham bahwa di tempat terdengarnya suara
sedang ada pertunjukan .
13. Telepon Kaleng
Dengan
sebuah metode klasik yang memungkinkan untuk berinteraksi tanpa mengeluarkan
suara keras meskipun berjarak cukup jauh maka Telepon kaleng bisa digunakan.
14. Bendera
Bendera bisa
digunakan sebagai alat komunikasi dari jarak yang cukup jauh seperti contohnya
dengan menggunakan sandi morse.
15. IsyaratIsyarat sangat efektif digunakan oleh
beberapa orang yang mengalami masalah pada alat komunikasi , ataupun juga bisa
digunakan di antara kedua komunikan yang memiliki bahasa berbeda ,dengan bahasa
isyarat tentunya akan bisa lebih dipahami maksud si pengirim pesan.
40 Nama Alat Alat dan Perlengkapan Kearsipan Kantor
Pengertian peralatan kantor
peralatan kantor dapat didefinisikan sebagai barang-barang yang dapat dalam jangka waktu yang relative lama (leih dari satu tahun) dan mengalami penyusutan. Peralatan sangat identik dengan benda benda yang besar dan berat memerlukan perawatan yang khusus serta berharga mahal, namun secara umum harga-harga peralatan kantor memang mahal.
Setiap kantor memiliki peralatan kantor yang berbeda disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing meskipun ada beberapa peralatan kantor yang harus mutlak dimiliki oleh perkamtoran. Beberapa contoh peralatan perkantoran yang harus dimiliki perkantoran diantaranya meja, kursi, lemari arsip, komputer, mesin printer, mesin tik dan lain-lain, Sedangkan beberapa peralatan kantor yang tidak mutlak dimiliki tetapi sangat diperlukan diantaranya mesin fotokopi, scanner dan lain-lain.
Dalam kegiatan Kearsipan, terdapat banyak istilah dan alat-alat yang digunakan untuk mengarsip. Kebanyakan dari nama tersebut masih asing bagi orang-orang yang awam tentang dunia kearsipan. Bagi kamu yang sekarang sedang mengambil jurusan Administrasi Perkantoran, di bawah ini kami berikan penjelasan tentang istilah dan nama alat-alat kearsipan.
1. Alat sortir
Alat yang digunakan untuk memisahkan surat/warkat yang diterima, diproses, dikirimkan, dan disimpan ke dalam folder.
2. Caption
Suatu nama atau nomor yang digunakan untuk mengidentifikasikan dokumen/arsip untuk tujuan penyimpanan (filing).
3. Cardex
Alat yang digunakan untuk menyimpan kartu indeks dengan menggunakan laci-laci yang dapat ditarik keluar memanjang. Di dalam cardex terdapat semacam kantung plastik tempat menyimpan kartu index.
4. Duplikasi
Salinan atau tembusan (surat) yang serupa benar (mirip) dengan arsip aslinya.
5. Filing cabinet
Lemari arsip yang terdiri dari beberapa laci, antara 1-6 laci atau lebih.
6. Financial record
Arsip-arsip yang berisi catatan-catatan mengenai masalah keuangan.
7. Folder
Map yang tidak dilengkapi dengan daun penutup. Map ini berupa lipatan kertas tebal/plastik saja. Karena tidak ada daun penutupnya, maka map ini fungsinya untuk menyimpan arsip yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kotak arsip secara vertikal.
8. Guide
Lembaran kertas tebal atau karton manila yang digunakan sebagai penunjuk dan atau sekat/pemisah antara jenis subjek/klasifikasi dalam penyimpanan arsip.
9 Hanging folder
Folder yang mempunyai besi penggantung. Fungsi besi penggantung ini adalah untuk dipasang pada gawang/pengait yang ada di dalam filing cabinet.
10. Inventory record
Arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris.
11. Kartu indeks
Kartu yang berisi identitas suatu arsip/warkat yang disimpan.
12. Map snelhecter
Map yang mempunyai penjepit di tengah map. Map ini tidak mempunyai daun penutup. Arsip yang akan disimpan di dalam map snelhecter terlebih dahulu dilubangi dengan menggunakan perforator.
13. Numerator
Alat untuk membubuhkan nomor pada lembaran dokumen (cap nomor).
14. Ordner
Map besar dengan ukuran punggung sekitar 5 cm yang di dalamnya terdapat besi penjepit. Arsip yang akan disimpan di dalam ordner terlebih dahulu dilubangi dengan menggunakan perforator.
15. Out slip
Lembaran/formulir yang digunakan untuk mencatat setiap peminjaman arsip.
16. Out folder
Satu map pengganti untuk ditempatkan di tempat map yang telah dipinjam.
17. Perforator
Alat untuk melubangi kertas/kartu.
18. Personal record
Arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian.
19. Production record
Arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah produksi.
20. Rotary
Alat semacam filing cabinet tetapi penyimpanan arsipnya dilakukan secara berputar. Alat ini dapat digerakkan secara berputar sehingga dalam penempatan dan penemuan kembali arsip tidak banyak memakan tenaga. Alat ini terbuat dari bahan yang kuat, dari logam atau besi, dan arsip disimpan pada alat ini secara lateral.
21. Sales record
Arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan.
22. Standarisasi
Penyesuaian bentuk (ukuran, kualitas) dengan pedoman/standar yang telah ditetapkan.
Map yang memiliki daun penutup pada setiap sisinya. Daun penutup ini berfungsi untuk menopang surat yang ada di dalamnya agar tidak jatuh.
23. Tickler file
Alat semacam kotak yang terbuat dari kayu atau besi baja untuk menyimpan arsip berbentuk kartu atau lembaran yang berukuran kecil, seperti lembar pinjam arsip atau kartu-kaartu lain yang memiliki jatuh tempo.
24. Microfilm
Microfilm Adalah suatu alat untuk memproses fotografi, dimanaa arsip direkam pada film dalam ukuran yang diperkecil, untuk memudahkan penyimpanan .
25. Komputer
PC_Specialist_Vanquish_HD-660Adalah rangkaian peralatan elektronik yang dapat melakukan pekerjaansecarasistematis, berdasarkan instruksi/program yang diberikan, serta dapat menyimpan da nmenampilkan keterangan bilamana diperlukan.
26. Flashdisk.
Sebuah media penyimpanan data portable yang dihubungkan port USB yang mampu menyimpan berbagai format data dan memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar.
27. Label
Alat yang digunakan untuk memberi judul pada map/folder yang biasanya diletakkan pada bagian tab dari sebuah folder/guide.
28. Kotak/box
Kotak yang digunakan untuk menyimpan arsip yang bersifat inaktif.
29. Mesin Absensi
Mesin ini lebih baik dipergunakan pada suatu perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 100 karyawan, karena akan memepermudah untuk mengetahui presensi karyawan.
30. Cash Box
Suatu kotak yang dipergunakan perusahaan untuk menyimpan uang, kotak ini disertai kunci ataupun kode supaya hanya orang tertentu yang bisa membuka sehingga dapat mengantisipasi pencurian.
31 Mesin penghitung uang
Mesin yang digunakan suatu perusahaan maupun bank untuk menghitung uang, alat ini dimaksudkan supaya lebih cepat dan labih teliti dalam menghitung uang sehingga memperkecil adanya kemungkinan salah hitung uang.
32. Mesin penghancur kertas
Merupakan alat yang digunakan untuk menghancurkan kertas yang sudah tidak dipergunakan lagi.
33. Roll O'Pack / Lemari Arsip
Lemari arsip dengan penggerak mekanik dan index sistem. Memudahkan dalam penyimpanan, pencarian dan penghematan ruang. Efektif digunakan untuk perusahaan yang memiliki arsip berjumlah sangat banyak
34. Kertas
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal daripulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
35. Pencil
Pencil merupakan alat tulis yang paling diketahui oleh setiap orang yang sudah bisa menulis. Karena sejak awal kita belajar menulis, pencillah alat tulis yang paling pertama diperkenalkan kepada kita. Alasan fleksibelnya (mudah digunakan dan dihapus) menjadikan pencil sebagai pilihan pertama.
36. Pulpen
Pulpen (dari bahasa Belanda: vulpen) adalah alat tulis berupa mata pena berujung tajam yang dilengkapi pegangan berisi kantong tinta yang bisa diisi kembali. Tinta berbasis air diisi melalui mata pena dengan mekanisme penyedot yang memasukkan tinta dari botol tinta ke dalam kamar tinta. Berbeda dengan bolpen, pulpen tidak perlu ditekan ketika menulis. Tinta mengalir dari kamar tinta ke mata pena dengan bantuan kapilaritas dan gravitasi.
37. Penjepit kertas
Penjepit kertas atau klip adalah alat untuk menyatukan dua lembar kertas atau lebih berdasarkan prinsip tekanan. Kertas yang dijepit dengan klip bisa mudah dilepas lagi. Penggunaan klip lebih praktis dari pada menggunaka lem atau stapler.
38. Tinta printer
Jenis tinta yang digunakan untuk mesin printer. Tinta printer ada berbagai macam warna. Dan yang paling umum adalah warna hitam, kuning, merah dan biru.
39. Stop Map
Stopmap juga biasa disebut dengan sebutan Map saja atau folder dalam bahasa inggris. Stopmap adalah kertas tempat menyimpan atau menaruh suatu dokumen yang sudah di spesifikasikan. Sehingga saat dokumen itu diperlukan, file yang terdiri dari beberapa kertas kecil atau pun besar tidak hilang tercecer. Dan stopmap adalag alat yang sangat membantu mengorganisir kertas dokumen.
40. Kalender
Adalah sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu (seperti hari sebagai contohnya). Nama-nama ini dikenal sebagai tanggal kalender. Tanggal ini bisa didasarkan dari gerakan-gerakan benda angkasa seperti matahari dan bulan. Kalender juga dapat mengacu kepada alat yang mengilustrasikan sistem tersebut (sebagai contoh, sebuah kalender dinding).
41. Penggaris
Penggaris adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat terbuat dariplastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.
42. Stapler
Stapler atau pengokot (bahasa Inggris: stapler) adalah alat untuk menyatukan sejumlah kertasdengan cara memasukkan kokot (staple) berbentuk huruf "U" yang terlipat di bagian bawah kertas bila panjang kedua ujung kokot melebihi tebal kertas.
MAKALAH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Kata
Pengantar
Pertama
kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang memberikan rahmat
dan karunia atas dilancarkannya pembuatan makalah ini dan kami ingin
berterima kasih kepada bapak Nurhadi Aldo selaku dosen
Psikologi Industri & Organisasi.
Kami
selaku mahasiswa menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata
kesempurnaan dan oleh karena itu tidak semua hal bisa dibuat dengan
sempurna dalam makalah ini. Kami hanya berusaha melakukan semaksimal
mungkin dengan kemampuan yang ada, kami bersedia untuk menerima
kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini dan kami harap
makalah ini bisa bermanfaat untuk semua pembaca.
Penyusun
PELATIHAN
DAN PENGEMBANGAN
SUMBER
DAYA MANUSIA
- Pengertian Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan
(training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan
keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja
tenaga kerja.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9
undang-undang No.13 Tahun 2003. Pelatihan kerja adalah keseluruhan
kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan
kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada
tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan
kualifikasi jabatan dan pekerjaan.
Pengembangan
(development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul
tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan,
organisasi, lembaga atau instansi pendidikan,
Menurut
(Hani Handoko:2001:104) pengertian latihan dan pengembangan adalah
berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan
berbagai ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci
dan rutin. Yaitu latihan rnenyiapkan para karyawan (tenaga kerja)
untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang. Sedangkan pengembangan
(Development) mempunyai ruang lingkup lebih luas dalam upaya untuk
memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan
sifat-sifat kepribadian.
Pendapat
Wexley dan Yukl tersebut lebih memperjelas penggunaan istilah
pelatihan dan pengembangan. Mereka berpendapat bahwa pelatihan dan
pengembangan merupakan istilah-istilah yang berhubungan dengan
usaha-usaha berencana, yang diselenggarakan untuk mencapai penguasaan
skill
,
pengetahuan dan sikap-sikap pegawai atau anggota organisasi.
Pengembangan lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dalam
pengambilan keputusan dan memperluas hubungan manusia (human
relation)
bagi manajemen tingkat atas dan manajemen tingkat menengah sedangkan
pelatihan dimaksudkan untuk pegawai pada tingkat bawah (pelaksana).
- Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan
Adapun
perbedaan antara pelatihan dan pengembangan menurut (Syafaruddin:2001
:217).
- Pelatihan
Tujuan:
Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan saat ini.
Sasaran:
Peningkatan kinerja jangka pendek.
Orientasi:
Kebutuhan jabatan sekarang.
Efek
terhadap karir: Keterkaitan dengan karir relatif rendah.
- Pengembangan
Tujuan:
Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan yang akan
datang.
Sasaran:
Peningkatan kinerja jangka panjang.
Orientasi:
Kebutuhan perubahan terencana atau tidak terencana.
Efek
terhadap karir: Keterkaitan dengan karir relatif tinggi
- Jenis Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan
(training) adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk
meningkatkan keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan
sikap seseorang. Menurut (Simamora:2006 :278) ada lima jenis-jenis
pelatihan yang dapat diselenggarakan:
- Pelatihan Keahlian
Pelatihan
keahlian (skill training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai
dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan
atau kekurangan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria
penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang
diidentifikasi dalam tahap penilaian.
- Pelatihan Ulang.
Pelatihan
ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang
berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang
mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah.
Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja
rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin
computer atau akses internet.
- Pelatihan Lintas Fungsional.
Pelatihan
lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan
karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain
dan pekerjan yang ditugaskan.
- Pelatihan Tim.
Pelatihan
tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk
menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
- Pelatihan Kreatifitas.
Pelatihan
kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa
kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan
peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada
penilaian rasional dan biaya dan kelaikan.
- Mengidentifikasi kebutuhanLangkah - Langkah Pelatihan dan Pengembangan
Tujuan Pelatihan dan
Pengembangan
Merencanakan
dan Mengembangkan Program
Pelatihan
dan Pengembangan
Implementasi Progam
Off the Job Training
On the Job Training
Evaluasi dan Monitoring
Adapun
tahap-tahap dalam melaksanakan perencanaan pelatihan dan pengembangan
bagi sumber daya manusia adalah sebagai berikut :
- Analisisi Kebutuhan Pelatihan (Training need analysis).
Fungsi
Training Need Analysis (TNA) yaitu :
- Mengumpulkan informasi tentang skill, knowledge dan feeling pekerja;
- Mengumpulkan informasi tentang job content dan job context;
- Mendefenisikan kinerja standar dan kinerja aktual dalam rincian yang operasional;
- Melibatkan stakholders dan membentuk dukungan;
- Memberi data untuk keperluan perencanaan.
- Perencanaan dan Pembuatan Desain Pelatihan.
Keseluruhan
tugas yang harus dilaksanakan pada tahap ini adalah :
- Mengidentifikasi sasaran pembelajaran dari program pelatihan.
- Menetapkan metode yang paling tepat.
- Menetapkan penyelenggara dan dukungan lainnya.
- Memilih dari beraneka ragam media.
- Menetapkan isi.
- Mengidentifikasi alat-alat evaluasi.
- Menyusun urut-urut pelatihan.
- Implementasi Pelatihan.
Tahap
berikutnya untuk membentuk sebuah kegiatan pelatihan yang efektif
adalah implementasi dari program pelatihan. Keberhasilan implementasi
program pelatihan dan pengembangan SDM tergantung pada pemilihan
(selecting)
program untuk memperoleh the
right
people under the right conditions.
Program ini bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu on
the job training dan off the job taining.
- On the job training
On
the job training (OJT) adalah pelatihan pada karyawan untuk
mempelajari bidang pekerjaannya sambil benar – benar
mengerjakannya. Dalam banyak rekrutmen, OJT adalah satu – satunya
jenis pelatihan yang tersedia dan biasanya meliputi karyawan baru
sampai karyawan lama yang sudah berpengalaman.
Beberapa
metode yang dapat digunakan pada on
the job training :
- Job Instruction Training (Latihan Instruktur Pekerjaan)
Salah
satu teknik dalam on the job di mana pelatih (trainer) diberikan
pelatihan terlebih dahulu sebelum trainer tersebut itu memberikan
pelatihan kepada staff. Kelebihan dari metode ini adalah pelatih
telah mendapatkan keahlian tentang cara melatih sehingga pelatihan
dapat dilakukan dengan lebih maksimal. Kelemahan dari metode ini
adalah adanya tambahan biaya untuk melatih para pelatih.
- Job Rotation (Rotasi Pekerjaan)
Tujuan
rotasi kerja adalah memperluas latar belakang karyawan dalam bisnis.
Karyawan berpindah dalam periode tertentu dan diberi pengetahuan
tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda serta praktek berbagai
majam ketrampilan manajerial.
- Apprenticeships / understudy / magang
Apprenticeships
/ understudy / magang merupakan proses belajar dari seseorang
atau beberapa orang yang lebih berpengalaman. Metode ini digunakan
untuk mengembangkan keahlian perorangan, sehingga para karyawan yang
bersangkutan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya.
- Coaching and counseling / bimbingan dan penyuluhan
Dalam
metode ini pengawas diperlukan sebagai petunjuk untuk memberitahukan
kepada peserta mengenai tugas atau pekerjaan rutin yang akan
dilaksanakan dan bagaimana cara mengerjakannya.
- Demonstration and example / demonstrasi dan pemberian contoh
Dalam
metode ini pelatih harus memberi contoh/memperagakan cara melakukan
pekerjaan/cara bekerja suatu alat/mesin. Sangat efektif karena
peserta mendapat teori dan praktek secara langsung sehingga
memudahkan transfer belajar.
- Penugasan sementara
Penugasan
Sementara dilakukan dengan cara menempatkan peserta/karyawan pada
posisi manajerial atau anggota panitia tertentu untuk jangka waktu
yang ditetapkan. Peserta terlibat dalam pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah-masalah organisasional nyata.
- Off the job training
Teknik
ini dilakukan dengan membentuk kelompok atau tim kecil dengan
memecahkan permasalahan dan dibantu oleh seorang ahli bisnis dari
dalam perusahaan atau luar perusahaan. Beberapa metode yang bisa
digunakan dalam off the job training adalah :
- Lecture
Adalah
metode pelatihan dengan menggunakan system kuliah ceramah untuk
menyampaikan informasi tertentu kepada pegawai.
- Video presentation
Adalah
metode pelatihan yang hampir mirip dengan lecture, hanya saja dalam
prosesnya menggunakan video dan atau slide presentasi. Beberapa
sumber menyebutkan bahwa video presentation adalah bagian dari
lecture, beberapa yang lain tidak, karena beranggapan bahwa lecture
adalah metode yang hanya mengandalkan kuliah ceramah tanpa bantuan
media presentasi.
- Vestibule training
Adalah
metode pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, terutama yang
bersifat teknikal, di tempat pekerjaan, akan tetapi tanpa mengganggu
aktivitas kerja sehari-hari.
- Role playing
Adalah
metode pelatihan dengan teknik memainkan peran tertentu dalam suatu
situasi kerja. Pegawai kemudian diminta untuk memberikan response
terhadap peran yang lain, memberikan sejumlah tanggapan berupa
kritikan atau pujian yang membangun. Metode ini biasanya digunakan
untuk sensivity job, dengan sasaran pelatihan terutama bukan
untuk meningkatkan keterampilan, melainkan yang menyangkut
keperilakuan, terutama yang berwujud kemampuan menumbuhkan sikap
empati dan melihat sesuatu dari “kacamata” orang lain.
- Case study
Metode
pelatihan dengan prinsip penyelesaian kasus tertulis. Penggunaan
studi kasus sebagai instrument pelatihan dapat mempunyai dua makna.
Pertama, peserta pelatihan mempelajari situasi problematic tertentu
dengan proses penyelesaian dari orang lain. Kedua, peserta pelatihan
menganalisis situasi problematic sendiri dan menemukan solusi terbaik
penyelesaian masalah.
- Simulation
Metode
simulasi berbeda dengan vestibule training karena metode simulasi
lebih menekankan pada penguasaan penggunaan alat mekanikal yang
persis sama dengan yang akan digunakan saat bekerja, sedangkan
vestibule training memusatkan tujuan pelatihan pada peningkatan
keterampilan yang bersifat teknikal.
- Self study
Inti
dari metode ini adalah pembelajaran terhadap informasi kerja yang
dilakukan secara mandiri oleh pegawai. Banyak organisasi yang
mendorong pegawainya untuk belajar sendiri, akan tetapi terkendali
melalui proses belajar yang terprogram.
- Programmed learning
Inti
dari metode ini adalah penggunaan prinsip memberikan pertanyaan
kepada peserta pelatihan. Metode ini dilakukan secara otomatis dengan
membuat program khusus pada computer yang memungkinkan adanya umpan
balik penyelesaian secara langsung pada setiap pertanyaan yang telah
dijawab.
- Laboratory training
Metode
ini dikembangkan dalam bentuk latihan kelompok. Latihan ini dapat
digunakan untuk mengembangkan sensitivitas antar anggota kelompok
yang nantinya dapat diterapkan pada lingkungan kerja. Metode ini
hampir sama dengan role playing, hanya saja dalam laboratory training
dilakukan dengan jumlah orang yang lebih banyak (berkelompok).
- Evaluasi Pelatihan.
Untuk
memastikan keberhasilan pelatihan dapat dilakukan melalui evaluasi.
Secara sistematik manajemen pelatihan meliputi tahap perencanaan
yaitu training
need analysis, tahap
implementasi dan tahap evaluasi. Tahap terakhir merupakan titik
kritis dalam setiap kegiatan karena acap kali diabaikan sementara
fungsinya sangat vital untuk memastikan bahwa pelatihan yang telah
dilakukan berhasil mencapai tujuan ataukah justru sebaliknya.
- Tujuan Pelatihan dan Pengembangan
Tujuan
diselenggarakan pelatihan
dan pengembangan kerja menurut (Simamora:2006:276) diarahkan
untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja
guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan. Adapun
tujuan-tujuannya sebagai berikut:
- Memperbaiki kinerja karyawan-karyawannya yang bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan.
- Memuktahirkan keahlian para karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi.
- Mengurangi waktu pembelajaran bagi karyawan baru agar kompoten dalam pekerjaan.
- Membantu memecahkan masalah orperasional.
- Mempersiapkan karyawan untuk promosi.
- Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi.
- Memenuhi kebutuhan pertumbuhan pribadi.
- Faktor Psikologis Dalam Pelatihan dan Pengembangan
Pada
pelatihan dan pengembangan perlu diperhatikan beberapa faktor
berikut, dijelaskan (dalam Hariandjana, Efendi dan Hardiwati 2002)
yaitu :
- Cost-effectiveness.
- Desired program content.
- Appropriateness of the facilities.
- Trainer preferences and capabilities.
- Learning principle.
Dari
beberapa faktor diatas satu faktr yang perlu mendapat perhatian
penting yaitu learning
principle,hal
ini penting dalam suatu proses belajar mengajar, juga karena faktor
ini dapat dikendalikan. Secara teoritis terdapat beberapa prinsip
belajar yang dianggap sangat penting untuk meningkatkan efektivitas
pelatihan, yaitu :
- Participation
Merupakan
keterlibatan peserta latihan dalam kegiatan pelatihan secara aktif
dan secara langsung.
- Repetition
Melakukan
atau mengatakan secara berulang-ulang, dalam usaha menanamkan suatu
ide dalam ingatan seseorang.
- Relevance
Pelatihan
mempunyai arti atau manfaat yang sangat penting pada seseorang,
melaksanakan pekerjaan melalui langkah-langkah tertentu dan ini
mempunyai arti penting karena memudahkan dia dalam pelaksanaan
pekerjaan.
- Transference
Kesesuaian
antara pelatihan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari oleh
pegawai, transferenceakan
memotivasi seseorang untuk belajar, sebab pelatihan akan dirasakan
bermanfaat dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari.
- Feedback
Adalah
pemberian informasi atas kemajuan yang telah dicapai oleh peserta
pelatihan, mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus
dipertahankan.
- Prinsip Dasar Pelatihan dan Pengembangan
Pelaksanaan
pelatihan hendaknya diawali dengan mengetahui terlebih dahulu apa
sebenarnya yang menjadi prinsip dari pelatihan itu sendiri Manullang
(2004:86) mengemukakan
bahwa prinsip-prinsip
pelatihan, yaitu :
- Individual Difference
Perencanaan
dan pelaksanaan suatu pelatihan harus tetap mengingat adanya
perbedaan perseorangan pengikut training baik
dalam latar belakang pendidikan, pengalaman maupun keinginan.
Sehingga pelatihan tersebut memberikan hasil yang memuaskan.
- Relation to Job analysis
Job
specification untuk
suatu jabatan tertentu biasanya menjelaskan pendidikan yang harus
dimiliki calon pekerja untuk dapat melaksanakan tugas itu dengan
berhasil. Oleh
karena itu bahan yang diajarkan dalam pendidikan harus berhubungan
dengan apa yang dinyatakan dalam job
specification.
- Motivation
Orang
akan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas tertentu bila ada
daya perangsangnya. Kenaikan upah atau kenaikan kedudukan adalah
beberapa daya perangsang yang dapat digunakan untuk merangsang para
pengikut pelatihan.
- Active Participation.
Para
pengikut pelatihan harus aktif ambil bagian dalam pembicaraan. Oleh
karena itu pelatihan harus juga dapat memberikan kesempatan untuk
bertukar pikiran dengan pelatih. Dengan demikian pengikut pelatihan
turut aktif selama pelatihan berlangsung.
- Selection of Trains
Seleksi
atau pemilihan calon pengikut pelatihan perlu dilakukan untuk menjaga
agar perbedaan tidak terlalu besar. Pelatihan sebaiknya diberikan
kepada mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk
dapat mengikuti pelatihan dengan berhasil. Adanya seleksi juga
merupakan perangsang.
- Selection of Trainer
Tidak
semua orang dapat menjadi pengajar yang baik. Jabatan pengajar perlu
suatu kualifikasi tersendiri, oleh karenanya orang menganggap pula
bahwa salah satu asas penting dari pelatihan adalah tersedianya
tenaga pelatih yang berminat dan mempunyai kesanggupan untuk
mengajar.
- Trainer Training
Para
pelatih dalam suatu pelatihan harus sudah mendapat pendidikan secara
khusus untuk menjadi tenaga pelatih. Karena itu tidak semua orang
yang menguasai dalam suatu bidang tertentu dapat mengajarkan
kepandaiannya kepada orang lain.
- Training method
Metode
pelatihan harus cocok dengan pelatihan yang diberikan. Misalnya
metode memberikan kuliah tidak tepat untuk para mandor. Karenanya
dalam program pelatihan harus pula diperhatikan metode pendidikan
yang bagaimana yang harus dianut dalam memberikan pelatihan.
- Principles of Learning
Orang
akan lebih mudah menangkap pelajaran apabila didukung oleh pedoman
tentang cara-cara belajar dengan cara efektif bagi para karyawan.
Prinsip-prinsip ini adalah bahwa program bersifat partisipatif,
relevan serta memberikan umpan balik mengenai kemajuan para peserta
pelatihan.”
- Manfaat pelatihan dan pengembangan
Pelatihan
mempunyai andil besar dalam menentukan efektifitas dan efisiensi
organisasi. Beberapa manfaat nyata yang ditangguk dari program
pelatihan dan pengembangan (Simamora:2006:278) adalah:
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas.
- Mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar
- kinerja yang dapat diterima.
- Membentuk sikap, loyalitas, dan kerjasama yang lebih menguntungkan.
- Memenuhi kebutuhan perencanaan semberdaya manusia
- Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja.
- Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka.
Manfaat
di atas membantu baik individu maupun organisasi. Apabila
produktivitas tenaga kerja menurun banyak manejer berfikir bahwa
solusinya adalah pelatihan. Program pelatihan tidak mengobati semua
masalah organisasional, meskipun tentu saja program itu berpotensi
untuk memperbaiki situasi tertentu sekiranya program dijalankan
secara benar.
- Kelemahan Pelatihan dan Pengembangan
Beberapa
kelemahan pelatih dapat menyebabkan gagalnya sebuah program peltihan.
Suatu pemahaman terdahap masalah potensial ini harus dijelaskan
selama pelatihan pata trainer. (Simamora:2006:282).
Kelemahan-kelemahan meliputi:
- Pelatihan dan pengembangan dianggap sebagai obat untuk semua penyakit organisasional.
- Partisipan tidak cukup termotivasi untuk memusatkan perhatian dan komitmen mereka.
- Sebuah teknik dianggap dapat diterapkan disemua kelompok, dalam semua situasi, dengan keberhasilan yang sama.
- Kinerja partisipan tidak dievaluasi begitu kayawan telah kembali kepekerjaannya.
- Informasi biaya-manfaat untuk mengevaluasi program pelatihan tidak dikumpulkan.
- Ketidakadaan atau kurangnya dukungan manajemen.
- Peran utama penyelia/atasan tidak diakui.
- Pelatihan tidak akan pernah cukup kuat untuk menghasilkan perbaikan kinerja yang dapat diveifikasi.
- Sedikit atau tidak ada persiapan untuk tindak lanjut.
DAFTAR
PUSTAKA
- Aamodt, Michael G. 2010. Industrial / Organizational Psychology: An Applied Approach Sixth Edition. United Kingdom, United States: Wadsworth Cengage Learning
- Simamora, Henry. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE, YKPN.
- Junigatshu, Nhia. Makalah Pelatihan dan Pengembangan. Retrived from: https://www.academia.edu/21661896/MAKALAH_PELATIHAN_DAN_PENGEMBANGAN
- Lusiana, Ayu Chandra. Makalah MSDM kelompok 9 - pelatihan dan pengembangan. Retrived from: https://www.academia.edu/35344123/Makalah_MSDM_kelompok_9_-_pelatihan_dan_pengembangan
Langganan:
Postingan (Atom)