MatPel Sekolah

Mata Pelajaran Sekolah Kamu

Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

BENTUK - BENTUK PEMERINTAHAN DI DUNIA

 

1.     KAPITALISME

 

Kapitalisme mengacu pada suatu bentuk ekonomi di mana produksi didorong oleh kepemilikan pribadi. Kapitalisme mempromosikan gagasan persaingan terbuka dan meluas dari keyakinan bahwa ekonomi pasar bebas—yang dengan kontrol regulasi terbatas—adalah bentuk paling efisien dari organisasi ekonomi.

 

Para pendukungnya berpendapat bahwa kapitalisme mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan taraf hidup, produktivitas yang lebih tinggi, dan kemakmuran yang lebih luas, sedangkan para kritikusnya berpendapat bahwa kapitalisme secara inheren mendorong ketimpangan, eksploitasi kelas pekerja, dan penggunaan sumber daya dan tanah yang tidak berkelanjutan.

 

Contoh di dunia nyata:

 

Kapitalisme mengambil berbagai bentuk, dari kapitalisme negara dan korporasi hingga ekonomi murni laissez-faire. Amerika Serikat saat ini dapat disebut sebagai ekonomi pasar liberal, di mana perusahaan terlibat dalam persaingan terbuka dalam konteks hierarki dan mekanisme pasar yang ada.

 

Hirarki dan mekanisme ini cenderung mempromosikan peluang, akses, dan kekayaan yang lebih besar bagi mereka yang sudah menikmati kepemilikan saham dalam ekonomi AS.

Ini juga membatasi peluang mobilitas dan membentuk partisipasi di antara mereka yang tidak memiliki kepemilikan saham. Pengaruh politik juga berkorelasi langsung dengan kepemilikan saham ini dalam konteks kapitalisme Amerika.

 

 

2.     DEMOKRASI

 

Demokrasi mengacu pada suatu bentuk pemerintahan di mana rakyat diberikan peran langsung dalam memilih kepemimpinan mereka. Tujuan utamanya adalah tata kelola melalui perwakilan yang adil, sebuah sistem di mana tidak ada kekuatan atau entitas tunggal dapat melakukan kontrol atau praktik otoritas tanpa ada pengawasan.

 

Hasil dari bentuk pemerintahan demokrasi adalah sebuah sistem yang membutuhkan wacana, debat, dan kompromi untuk memuaskan sebanyak mungkin kepentingan publik. Demokrasi ditandai dengan pemilihan yang adil dan bebas, partisipasi sipil, perlindungan hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

 

Contoh di dunia nyata:

 

Sementara gagasan demokrasi menemukan akarnya pada zaman kuno Yunani, praktiknya menjadi provinsi khusus pemukim di koloni Amerika Serikat (AS).

Pada tahun-tahun menjelang Perang AS untuk Kemerdekaan, dorongan filosofis pemerintahan melalui perwakilan memainkan peran penting dalam membangun kasus pemberontakan. Itu juga penting, karena para perumus Konstitusi membangun cara hidup di sekitar konsep yang disebut “demokrasi perwakilan.”

 

Para kolonis mengimpor ketidaksetaraan ras, etnis, dan sosial ekonomi para pendahulu Eropa mereka. Tetapi dalam demokrasi perwakilan dan Konstitusi, mereka juga membentuk kerangka kerja bagi kaum marjinal untuk memperjuangkan perwakilan mereka. Saat ini, lebih dari setengah negara di dunia mengidentifikasi diri mereka sebagai negara demokrasi konstitusional.

 

 

 

3.     KOLONIALISME

 

Kolonialisme adalah bentuk pemerintahan di mana suatu negara akan berusaha untuk memperluas kedaulatannya atas wilayah lain. Dalam istilah praktis, kolonialisme melibatkan perluasan kekuasaan suatu negara di luar perbatasannya.

 

Ini sering kali melibatkan pendudukan penduduk asli dan eksploitasi sumber daya untuk kepentingan bangsa yang berkuasa. Penjajah juga akan sering memaksakan ekonomi, budaya, tatanan agama, dan bentuk pemerintahannya sendiri pada orang yang diduduki untuk memperkuat otoritasnya sendiri.

 

Contoh di dunia nyata

 

Pada abad ke-15, monarki Eropa meluncurkan zaman eksplorasi bahari. Ketika para pedagang dan penakluk berlayar mencari tanah baru, mereka menemukan budaya asli yang teknologi dan cara hidupnya mereka anggap primitif. Seperti halnya kecenderungan para monarki Eropa, penjajah Inggris, Prancis, Spanyol, dan Belanda menyebarkan pengaruh dan otoritas mereka ke seluruh Dunia Baru, mengubah dan kadang-kadang memusnahkan seluruh budaya dan masyarakat dalam proses tersebut.

 

Kasus yang paling dikenal adalah persaingan untuk pendudukan Amerika Utara, pembentukan 13 Koloni penduduk asli, penghancuran sistematis budaya asli Amerika, dan perdagangan budak yang memberi jalan kepada kemerdekaan, kemakmuran, dan identitas budaya Amerika Serikat.

 

4.     ANARKI

 

Anarkisme mengacu pada ketiadaan pemerintahan, suatu kondisi di mana suatu bangsa atau negara beroperasi tanpa badan pemerintahan terpusat. Ini menunjukkan tidak adanya utilitas atau layanan publik, kurangnya kontrol regulasi, hubungan diplomatik yang terbatas dengan negara-bangsa lain, dan dalam kebanyakan kasus, masyarakat dibagi menjadi pemukiman yang berbeda, yang diperintah secara lokal (atau wilayah kekuasaan).

 

Contoh di dunia nyata:

 

Menyusul pecahnya perang saudara pada 1991, dan penggulingan diktator Said Barre, Somalia masuk ke dalam kondisi anarki. Bangsa ini terpecah menjadi berbagai daerah otonom, dengan panglima perang suku mengklaim otoritas atas domain teritorial masing-masing.

 

Setelah bertahun-tahun terlibat dalam komunitas internasional, pada awal tahun 2000-an terjadi pembentukan kembali pemerintahan transisi, dan pada 2012 terjadi pengesahan konstitusi, yang menetapkan Somalia sebagai “federasi,” atau persatuan negara-negara yang sebagian memerintah sendiri.

 

5.     KOMUNISME

 

Dalam bentuknya yang paling murni, Komunisme mengacu pada gagasan tentang kepemilikan bersama atas publik atas ekonomi, termasuk infrastruktur, utilitas, dan alat-alat produksi. Komunisme, sebagaimana diidealkan oleh para pemikir Karl Marx dan Friedrich Engels, menunjukkan tidak adanya perpecahan kelas, yang secara inheren mensyaratkan subversi kelas penguasa oleh kelas pekerja.

 

Karena itu, komunisme sering kali memasukkan ide aksi revolusioner terhadap pemerintahan yang tidak setara. Komunisme sering memposisikan dirinya sebagai tandingan terhadap stratifikasi ekonomi yang mendasari kapitalisme.

 

Perlawanan terhadap stratifikasi ini kadang-kadang juga mengambil bentuk otoritas negara tunggal, di mana oposisi politik atau pembangkangan mungkin dibatasi. Ini dapat bermanifestasi di beberapa negara komunis sebagai bentuk pemerintahan yang lebih otoriter, sebagaimana dicirikan oleh merek komunisme Soviet yang mengangkangi dunia selama pertengahan abad ke-20.

 

Contoh di dunia nyata:

 

Komunisme modern bermanifestasi sebagai keturunan dari komunisme Soviet—baik secara ideologis maupun material—dan kadang-kadang diidentifikasi sebagai variasi Marxis-Leninis tentang komunisme.

 

Negara-negara yang memiliki satu partai, pemerintahan Marxis-Leninis, termasuk Kuba, Laos, Vietnam, dan Republik Rakyat China. Masing-masing negara ini mengadopsi bentuk pemerintahan ini pada puncak Perang Dingin – antara tahun 1940-an dan 1960-an – di bawah naungan pengaruh Rusia.

 

Sementara pemerintah komunis Soviet hancur pada tahun 1991, negara-negara ini tetap berkomitmen pada versi mereka sendiri dari ideologi Marxis-Leninis. Meskipun Korea Utara menyebut dirinya sebagai komunis, singularitas pemerintahannya jauh lebih dekat dengan kediktatoran

 

6.     PLUTOKRASI

 

Ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin sangat telihat pada plutokrasi. Hal ini karena bentuk dalam pemerintahan tersebut disetir oleh orang-orang kaya yang tercipta dari suatu kondisi ekstrem. Mereka tidak hanya menguasi sumber ekonomi dan politik, tetapi juga sumber militer seperti senjata, dan lain-lain. Negara yang memiliki sumber daya alam seperti minyak dan logam mulia berpotensi mengalami jenis pemerintahan ini, lho. Karena pada umumnya, badan yang mengontrol sumber daya tersebut ingin mempertahankan kondisi yang menguntungkan mereka.

 

 

MAKALAH TENTANG “COSTS/LOSSES AND RELATEDCONCEPTS ”


Pengertian Beban, Biaya, Kerugian?
Pengertian dari beban, biaya, dan kerugian dalam sebuah perusahaan ( pelajaran Akuntansi )
Beban (expense) adalah pengorbanan yang dilakukan perusahaan dalam bentuk moneter untuk mendapatkan barang atau jasa, dan sudah habis nilai gunanya.
Biaya (cost) adalah pengorbanan yang dilakkukan perusahaan dalam bentuk moneter untuk mendapatkan barang atau jasa dimana diharapkan akan memberikan nilai guna dimasa depan atau belum habis nilai gunanya.
Jadi bila dihubungkan maka:
Beban merupakan Biaya yang sudah habis nilai gunanya (fungsinya)
atau Biaya adalah beban yang ditangguhkan atau beban yang belum habis nilai gunanya (fungsinya)
Kerugian adalah perbedaan yang terjadi antara Pendapatan dan Beban yang terjadi. Dimana beban yang terjadi melebihi pendapatan yang diterima. Sehingga beban sangat terkait dengan pendapatan.
Laporan laba rugi merupakan laporan untuk mengukur keberhasilan operasional perusahaan selama jangka waktu tertentu. Biasanya pengusaha menggunakan laporan ini untuk menentukan profitabilitas dan nilai investasi. Laporan ini menyajikan informasi untuk membantu pengusaha dalam memprediksi jumlah arus kas di masa mendatang.
Laporan laba rugi yang dibuat oleh bagian akuntansi tentu memiliki tujuan, karena laporan ini akan diberikan kepada pihak terkait yang membutuhkan laporan perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tujuannya laporan laba rugi perusahaan:
1.      Menginformasikan jumlah total pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan.
2.      Memberikan informasi dari perolehan laba atau rugi semua periode.
3.      Menjadi referensi evaluasi bagi manajemen perusahaan untuk menetapkan langkah-langkah apa saja yang harus diambil di periode yang akan datang.
4.      Memberikan informasi apakah langkah yang ditempuh menjadi efisien atau tidak dari besaran beban atau biaya perusahaan.






Elemen-Elemen Dalam Laporan Laba Rugi:
1.      Pendapatan (revenues), merupakan arus masuk atau peningkatan aktiva lainnya dari sebuah perusahaan atau penyelesaian liabilitas selama periode tertentu karena pengiriman atau produksi barang dan menyelesaikan jasa.
2.      Beban (expenses), merupakan arus keluar atau penggunaan aktiva atau timbulnya liabilitas selama periode tertentu karena pengiriman atau produksi barang dan menyelesaikan jasa.
3.      Keuntungan (profit), merupakan peningkatan ekuitas karena adanya transaksi perusahaan yang periferal atau secara kebetulan dihasilkan dari pendapatan atau investasi dari pemilik perusahaan.
4.      Kerugian (loss), merupakan penurunan ekuitas karena adanya transaksi perusahaan yang periferal atau secara kebetulan dihasilkan dari beban atau pendistribusian ke pemilik perusahaan.

Pembagian Laba Pada Laporan Laba Rugi:
Laba Kotor
Laba kotor merupakan suatu pengukuran pendapatan langsung perusahaan atas penjualan produknya selama satu periode akuntansi. Laba kotor sama dengan pendapatan dari penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Laba kotor mengindikasikan secara langsung seberapa jauh perusahaan mampu menutupi biaya produknya.
Laba Operasi
Laba operasi merupakan selisih antara penjualan dengan seluruh biaya dan beban operasi. Laba operasi dapat digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan perusahaan memperoleh pendapatan dari kegiatan bisnis utamanya.
Laba Sebelum Pajak
Laba sebelum pajak adalah jumlah laba sebelum pajak penghasilan yang ditentukan menurut Standar Akuntansi Keuangan. Laba ini tidak berpengaruh pada jumlah pajak penghasilan yang sebenarnya bagi pemakai laporan keuangan dalam hal pengambilan keputusan.
Laba Bersih
Laba bersih mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba bersih adalah kelebihan penjualan bersih terhadap harga pokok penjualan dipotong beban operasi dan pajak penghasilan. Faktor-faktor yang memengaruhi laba bersih perusahaan adalah pendapatan, beban pokok penjualan, beban operasi, dan tarif pajak penghasilan.



Laba dari Operasi Berjalan
Merupakan laba dari bisnis perusahaan yang sedang berjalan setelah bunga dan pajak. Laba ini juga disebut laba sebelum pos luar biasa dan operasi dalam penghentian.



Bentuk Laporan Laba Rugi
Ada dua bentuk laporan laba rugi yang umumnya dipergunakan dalam aktivitas pelaporan keuangan perusahaan, yaitu single step dan multiple step.
a. Single Step
Dalam bentuk single step, semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada bagian awal laporan laba rugi, diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang termasuk  kategori operasi. Selisih antara total pendapatan dan keuntungan dan total beban dan kerugian menghasilkan laba operasi.
b. Multiple Step
Laporan ini memisahkan transaksi operasi dari transaksi non-operasi, juga membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan. Pengungkapan laba operasional akan memperlihatkan perbedaan antara aktivitas biasa dengan aktivitas yang tidak biasa atau insidentil. Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi multiple step.












9.2 Related Concepts With Costs Losses
KONSEP BIAYA (EXPENSES)
Konsep dasar yang melandasi pembebanan cost adalah konsep upaya dan hasil (efforts and accomplishment). Atas dasar konsep tersebut cost dapat dipisah menjadi dua, yaitu cost yang masih menjadi potensi jasa (melekat pada aktiva), dan cost yang potensi jasanya dianggap sudah habis dalam rangka menghasilkan pendapatan. Manfaat cost adalah :
apakah manfaat cost habis dalam rangka penyerahan produk/jasa atau sering disebut biaya (expensen).
apakah manfaat cost habis karena sebab lain, yang digolongkan sbagai rugi (losses).

1. KARAKTERISTIK BIAYA
Pemahaman terhadap konsep biaya memerlukan analisis yang hati-hati terhadap karakteristik dari transaksi yang berkaitan dengan biaya. Ada elemen laporan lain yang sifatnya hamper sama dengan biaya namun sebaiknya tidak dimasukkan sebagai komponen biaya. Karakteristik biaya dapat dipahami dengan mengenali batasan atau pengertian yang berkaitan dengan biaya. Dengan pemahaman seperti ini, transaksi yang berkaitan dengan biaya dapat dengan mudah diidentifikasi sehingga dapat disajikan dengan benar dalam laporan keuangan.
A. Pengertian Biaya
Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebut dengan biaya. FASB (1980) mendefinisikan biaya sebagai berikut :
Biaya adalah aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan yang lain yang merupakan kegiatan utama suatu entitas.
Sedang IAI (1994) mendefinisikan biaya (beban) sebagai berikut :
Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.
Dari pengertian di atas dapat dilihat bahwa biaya pada akhirnya merupakan aliran keluar aktiva meskipun kadang-kadang harus melalui hutang lebih dahulu.
Sementara Kam (1990) mendefinisikan biaya sebagai penurunan nilai aktiva atau kenaikan hutang atau kenaikan ekuitas pemegang saham (stockholder’s equity) sebagai akibat pemakian barang dan jasa oleh suatu unit usaha untuk menghasilkan pendapatan pada periode berjalan.
Dari definsi-definisi di atas, definisi yang dikemukakan IAI sejalan dengan definisi yang diajukan oleh Kam. Keduanya mendefinisikan biaya dari sudut pandang peristiwa moneter (penurunan aktiva, kenaikan hutang/kenaikan ekuitas). Sebaliknya definisi yang dikemukakan FASB cenderung agak berbeda dengan definisi yang dikemukakan Kam. Perbedaan sudut pandang tersebut dapat dianalisis sebagai berikut :
Definisi yang diajukan FASB tidak menunjukkan perbedaan yang jelas antara peristiwa moneter dan peristiwa fisik. Perlu diketahui bahwa laba, pendapatan, dan biaya saling berkaitan erat dengan nilai dari suatu obyek ekonomi tertentu (jumlah rupiah memiliki sifat moneter, karena dihasilkan dari peristiwa yang menyebabkan perubahan nilai obyek ekonomi tersebut. Biaya menunjukkan peristiwa moneter yang berasal dari pemakaian barang dan jasa (peristiwa fisik) dalam kegiatan operasional perusahaan.
Pemakaian aktiva harus menunjukkan adanya suatu cost yang dinyatakan keluar (dikonsumsi) sebagai biaya.
Apabila dilihat dari pandangan tradisional, definisi yang dikemukakan FASB menunjukkan bahwa biaya hanya dihasilkan dari pemakaian aktiva untuk tujuan menghasilkan pendapatan pada periode berjalan.

B. Biaya dan Rugi (Losses)
Agar pemakai laporan keuangan mendapat tambahan informasi yang lebih lengkap, rugi dapat disertakan dalam laporan rugi laba sebagai penentu besarnya laba komprehensif. Rugi sebaiknya disajikan terpisah dari biaya.
Dari definisi yang terdapat dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, IAI tidak memisahkan biaya dengan rugi ataupun tidak langsung untuk memperoleh pendapatan disebut dengan biaya.

2. PENGUKURAN DAN PENGAKUAN BIAYA
Pengukuran dan pengakuan biaya memainkan peranan penting dalam penyusunan laporan keuangan. Oleh karena itu pemahaman secara konseptual tentang pengukuran dan pengakuan pendapatan tidak dapat diabaikan.






A. Pengukuran Biaya
Sejalan dengan penilaian aktiva, biaya dapat diukur atas dasar jumlah rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu pengukuran biaya dapat didasarkan pada :
·         Cost Historis
·         Cost pengganti/cost masukan terkini (Replacement Cost/Current Input Cost)
·          kas (Cash Equivalent)
Meskipun ada berbagai dasar penilaian, dalam praktek yang paling banyak digunakan untuk mengukur biaya adalah cost histories.

B. Pengakuan Biaya
Pada dasarnya cost memiliki dua kedudukan penting, yaitu :
·         sebagai aktiva (potensi jasa)
·         sebagai beban pendapatan (biaya)

Proses pembebanan cost padas dasarnya merupakan proses pemisahan cost. Oleh karena itu, agar informasi yang dihasilkan akurat, bagain cost yang telah diakui sebagai biaya pada periode berjalan dan bagian cost yang akan dilaporkan sebagai aktiva (diakui sebagai biaya peda periode berjalan dan bagian cost yang akan dilaporkan sebagai aktiva (diakui sebagai biaya periode mendatang) harus dapat ditentukan dengan jelas.

Ada dua masalah yang muncul sehubungan dengan pemisahan cost tersebut, yaitu :
·         kriteria yang digunakan untuk menentukan cost tertentu yang harus dibebankan pada pendapatan periode berjalan.
·         kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa cost tertentu ditangguhkan pembebanannya.
Semua cost dapat ditangguhkan pembebanannya sebagai biaya apabila cost tersebut memenuhi criteria sebagai berikut :
·         memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masa mendatang, dikendalikan perusahaan, berasal dari transaksi masa lalu).
·         Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masa mendatang yang melekat pada aktiva dapat dinikmati oleh entitas yang menguasai.
·         Besarnya manfaat dapat diukur dengan cukup andal.

Dari uraian diatas, secara umum dapat dirumuskan bahwa berdasarkan konsep penandingan (matching), pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan pendapatan ditunda, maka pembebanan biaya juga ditunda. Untuk mengatasi berbagai perbedaan pendapatan tentang pengakuan biaya, biasanya badan berwenang mengeluarkan aturan tertentu untuk mengakui biaya.

3. KONSEP PENANDINGAN (MATCHING)
Konsep penandingan adalah konsep yang dimaksudkan untuk mencari dasar hubungan yang tepat dan rasional antara pendapatan dan biaya. Pendapatan merupakan hasil yang dituju perusahaan, sementara cost yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan perusahaan.
Penandingan antara biaya dan pendapatan memerlukan dasar yang tepat. Upaya mencari dasar penandingan yang tepat merupakan masalah yang sering dihadapi oleh akuntan.
Paton dan Littleton mengungkapkan :
masalah utama dalam menandingkan pendapatan dan biaya adalah mencari dasar penandingan yang paling tepat antara pendapatan dengan biaya yang berhubungan dengan pendapatan tersebut ………Hubungan fisik yang dapat dilihat sebenarnya dapat digunakan sebagai media untuk melacak dan membebankannya. Meskipun demikian harus diakui bahwa dengan melihat kondisi yang ada, dasar penandingan yang paling penting adalah kelayakan (reasonable) bukannya pengukuran fisik.

Dalam praktek ada tiga dasar penandingan yang umum digunakan untuk mencari hubungan antara biaya pendapatan dalam satu periode tertentu. Dasar penandingan tersebut adalah : hubungan sebab akibat (association of causes and effects), alokasi sistematik dan rasional (systematic and rational allocation) dn pembebanan segera (immediate recognition).


A. Hubungan Sebab Akibat
Dasar yang paling ideal untuk membandingkan biaya dengan pendapatan adalah hubungan sebab akibat. Meskipun dasar ini sulit untuk dibuktikan, namun atas dasar pengamatan yang dilakukan para akuntan menunjukkan bahwa barang/jasa tertentu yang digunakan dalam proses produksi pada akhirnya akan membantu dalam proses menghasilkan pendapatan selama periode tertentu.
Komite American Accounting Association juga menyarankan penggunaan hubungan sebab akibat sebagai dasar penandingan. Mereka mengatakan :
Cost harus dihubungkan dengan pendapatan yang direalisasi selama periode tertentu atas dasar korelasi positif yang dapat dilihat hubungannya antara cost tersebut dengan pendapatan yang diakui.
Dari pernyataan di atas dapat dirumuskan bahwa penandingan yang benar-benar tepat dapat dilakukan apabila terdapat hubungan yang rasional antara pendapatan dan biaya. Oleh karena itu pengakuan biaya harus dihubungkan dengan pendapatan dan dilaporkan dalam periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan.

Ada beberapa masalah teknis yang timbul apabila penandingan langsung atas dasar produk yang digunakan sebagai dasar hubungan sebab akibat. Masalah tersebut adalah :
·         pemakaian barang dan jasa yang bagaimana yang dapat diidentifikasi dengan produk ?
·         apabila biaya tidak menambah nilai produk tertentu, kapan biaya tersebut dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan di masa yang akan datang ? Bagaimana biaya tersebut dapat dilaporkan dengan tepat sesuai dengan pendapatan yang diperoleh ?
·         kapan biaya yang terjadi setelah penjualan dapat dicatat dan dilaporkan ?
Berikut ini akan dibahas ketiga masalah tersebut dan alternatif pemecahannya :
1. Identifikasi Cost Produk
Sesuai dengan konsep penandingan, semua cost produksi harus dibebankan pada produk yang bersangkutan. Cost produk dapat dibagi menjadi dua :
·         cost produk yang melekat pada produk terjual dan nantinya akan dibebankan sebagai biaya.
·         cost yang melekat pada produk yang belum terjual (dilaporkan sebagai persediaan) dan dicatat sebagai aktiva sampai produk tersebut terjual.


Beberapa cost produk dapat langsung dihubungkan dengan produk tertentu, sementara cost yang lain hanya dapat dihubungkan dengan kegiatan produksi dan dialokasikan pada produk berdasarkan aturan atau prosedur tertentu. Disinilah pentingnya melakukan identifikasi untuk menentukan cost produksi langsung (direct product cost) dan cost produk tidak langsung (indirect product cost).

Yang menjadi masalah sekarang diantara cost produk tersebut yang manakah yang dapat ditandingkan dengan pendapatan ? Akuntan banyak yang tidak sependapat untuk membebankan semua cost produksi individual pada produk tertentu. Perbedaan ini muncul karena adanya dua konsep yang berbeda dalam menentukan elemen cost produk, yaitu konsep full costing dan konsep direct costing.
Masalah lain yang muncul adalah cost kapasitas menganggur dan cost produk rusak yang bersifat abnormal. Jenis cost tersebut umumnya dianggap sebagai rugi (losses) atau langsung dibebankan sebagai biaya.

2. Biaya Yang Langsung Berhubungan dengan Pendapatan Masa Mendatang, Tetapi Tidak Masuk dalam Cost Produksi.
Pada beberapa kasus, cost dapat dihubungkan dengan pendapatan masa mendatang tidak dapat dibebankan secara langsung dengan produk tertentu. Hal ini disebabkan cost tersebut tidak menunjukkan nilai tambah pada produk yang bersangkutan.
Biaya penjualan dan administrasi tidak harus ditandingkan dengan pendapatan di masa mendatang jika tidak ada jaminan yang rasional untuk menghubungkan biaya tersebut dengan pendapatan di masa mendatang.
Tidak diperolehnya pendapatan atau tidak adanya kemungkinan rugi pada periode berjalan, bukan merupakan alasan untuk menunda pembebanan biaya. Alasannya adalah apabila suatu cost barang dan jasa tidak memberikan manfaat pada periode sekarang dan juga bukan merupakan rugi, maka cost tersebut harus dialokasikan pada periode mendatang agar dapat dilakukan penandingan antara biaya dan pendapatan.

3. Biaya Yang Berhubungan Dengan Pendapatan Yang Terjadi Setelah Pendapatan Diakui.
Umumnya biaya yang berhubungan dengan pendapatan akan terjadi setelah biaya yang akan timbul setelah penjualan. Apabila cost kegiatan tertentu dapat ditaksir secara layak dan cukup pasti, maka cost tersebut dapat diakui sebagai biaya pada periode pengakuan pendapatan.
Meskipun dapat menimbulkan masalah, alokasi sistematis tetap dapat digunakan sebagai dasar penandingan. Ada beberapa alasan yang mendukung pemakaian alokasi sistematis dan rasional.
Banyak cost periodic yang berhubungan secara tidak langsung dengan pendapatan periode berjalan.
Pada bebrapa kasus sulit mencari hubungan langsung antara cost tertentu dengan pendapatan. Apabila cost dikeluarkan untuk kegiatan operasional perusahaan, maka cost tersebut harus diakui sebagai biaya pada periode terjadinya.
Apabila manfaat masa mendatang tidak dapat diukur dengan cukup pasti atau cost yang dikeluarkan tidak memiliki hubungan dengan pendapatan di masa mendatang, maka tidak ada alas an untuk menunda pembebanan cot sebgai biaya pada periode terjadinya.
Apabila biaya bersifat rutin (regular) dan terjadi berulang-ulang maka pembebanan langsung secara material tidak akan berpengaruh terhadap laba bersih, meskipun penandingan yang tepat tidak dapat dicapai.