MAKALAH MINYAK BUMI SMA
TUJUAN
Makalah ini disusun bertujuan:
1. Untuk mengetahui sejarah minyak
bumi
2. Untuk mengetahui cara pembentukan
minyak bumi
3. Untuk mengetahui apa saja yang
terdapat pada minyak bumi
4. Untuk mengetahui kegunaan dari
Minyak Bumi
ISI
A.
Proses Pengolahan Minyak Bumi
1. DESTILASI
Destilasi adalah pemisahan
fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dalam hal ini
adalah destilasi fraksinasi. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran
pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Minyak mentah yang sudah
dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash
chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk
menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap
air panas dan bertekanan tinggi).
Minyak mentah yang menguap pada
proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi
pada suhu yang berbeda-beda. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan
tetap berupa cairan dan turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih
rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang
disebut sungkup gelembung. Makin ke atas, suhu yang terdapat dalam kolom
fraksionasi tersebut makin rendah, sehingga setiap kali komponen dengan titik
didih lebih tinggi akan terpisah, sedangkan komponen yang titik didihnya lebih
rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Demikian selanjutnya sehingga
komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas.
Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum, kemudian dicairkan dan
disebut LPG (Liquified Petroleum Gas).
Fraksi minyak mentah yang tidak
menguap menjadi residu. Residu minyak bumi meliputi parafin, lilin, dan aspal.
Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20.
Fraksi minyak bumi yang dihasilkan
berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut :
1. Gas
Rentang rantai karbon : C1 sampai C5
Trayek didih : 0 sampai 50°C
2. Gasolin (Bensin)
Rentang rantai karbon : C6 sampai
C11
Trayek didih : 50 sampai 85°C
3. Kerosin (Minyak Tanah)
Rentang rantai karbon : C12 sampai
C20
Trayek didih : 85 sampai 105°C
4. Solar
Rentang rantai karbon : C21 sampai
C30
Trayek didih : 105 sampai 135°C
5. Minyak Berat
Rentang ranai karbon : C31 sampai
C40
Trayek didih : 135 sampai 300°C
6. Residu
Rentang rantai karbon : di atas C40
Trayek didih : di atas 300°C
Fraksi-fraksi minyak bumi dari
proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi
proses cracking, reforming, polimerisasi, treating, dan blending.
2.
CRACKING
Setelah melalui tahap destilasi,
masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery)
Cracking adalah penguraian
molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa
hidrokarbon yang kecil.
Contoh cracking ini adalah pada
pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Proses ini terutama
ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin).
Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang
dinyatakan dalam bilangan oktan. Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan
(2,2,4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa, dan
bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang
buruk. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan
n-heptana. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul
hidrokarbon.
Terdapat 3 cara proses cracking,
yaitu :
1. Cara panas (thermal cracking), yaitu dengan penggunaan suhu
tinggi dan tekanan yang rendah.
Contoh reaksi-reaksi pada proses
cracking adalah sebagai berikut :
2. Cara katalis (catalytic
cracking), yaitu
dengan penggunaan katalis. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3
bauksit. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion
karbonium. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul
olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya
ion karbonium :
3. Hidrocracking merupakan kombinasi antara
perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Reaksi
tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini
adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen
sulfida yang kemudian dipisahkan.
3.
REFORMING
Reforming adalah perubahan dari
bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi
bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang). Kedua jenis bensin ini memiliki
rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. Oleh karena itu,
proses ini juga disebut isomerisasi. Reforming dilakukan dengan menggunakan
katalis dan pemanasan.
Contoh reforming adalah sebagai
berikut :
Reforming juga dapat merupakan
pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik
dengan bilangan oktan tinggi. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum
oksida dalam Al2O3 atau platina dalam lempung.Contoh reaksinya :
4.
ALKILASI dan POLIMERISASI
Alkilasi merupakan penambahan jumlah
atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. Dalam proses ini menggunakan
katalis asam kuat seperti H2SO4, HCl, AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Reaksi
secara umum adalah sebagai berikut:
Polimerisasi adalah proses
penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Reaksi umumnya adalah sebagai
berikut :
Contoh polimerisasi yaitu
penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin
berkualitas tinggi, yaitu isooktana.
5.
TREATING
Treating adalah pemurnian minyak
bumi dengan cara menghilangkan pengotor-pengotornya. Cara-cara proses treating
adalah sebagai berikut :
- Copper sweetening dan doctor
treating, yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau
yang tidak sedap.
- Acid treatment, yaitu proses
penghilangan lumpur dan perbaikan warna.
- Dewaxing yaitu proses
penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi
minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang
rendah.
- Deasphalting yaitu penghilangan
aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas
- Desulfurizing (desulfurisasi),
yaitu proses penghilangan unsur belerang.
Sulfur merupakan senyawa yang secara
alami terkandung dalam minyak bumi atau gas, namun keberadaannya tidak
dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk di antaranya
korosi pada peralatan proses, meracuni katalis dalam proses pengolahan, bau
yang kurang sedap, atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun
(sulfur dioksida, SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. Berbagai
upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi, antara
lain menggunakan proses oksidasi, adsorpsi selektif, ekstraksi, hydrotreating,
dan lain-lain. Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil
kembali sebagai sulfur elemental.
Desulfurisasi merupakan proses yang
digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. Pada dasarnya
terdapat 2 cara desulfurisasi, yaitu dengan :
- Ekstraksi menggunakan pelarut,
serta
- Dekomposisi senyawa sulfur
(umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan,
sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif
menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa
belerang tersebut. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi
senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau
pencucian/pelucutan.
6.
BLENDING
Proses blending adalah penambahan
bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan
kualitas produk tersebut. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas
merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai
negara dengan berbagai variasi cuaca. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik,
terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses
pengolahannya.
Diantara bahan-bahan pencampur yang
terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan
bensin. Demikian pula halnya dengan pelumas, agar diperoleh kualitas yang baik
maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. Penambahan TEL
dapat meningkatkan bilangan oktan, tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara
Kesimpulan
Minyak bumi uang terbentuk berasal
dari fosil yang mengalami pengendapan Berjuta-juta
tahun lalu. Kemudian dilakukan
pengeboran dan diproses / dengan proses destilsi hingga
menghasilkan minyak bumi. Adapun
mutu bensin yang baik itu yang tidak menimbulkan
pencemaran lingkungan.. Pengusahaan
dan pemanfaatan minyak serta sumber daya energi
lainnya secara tidak bertanggung
jawab dan pembuangan Limbah secara sembarangan ,
akan mengakibatkan pencemaran yang
merupakan awal malapetaka yang dasyat, berupa
musnahnya semua bentuk kehidupan
dari permukaan bumi
Saran
Oleh karena minyak bumi itu proses
pembentukannya lama, maka kita harus berhemat
dalam pemanfaatannya, agar minyak
bumi itu tidak cepat habis. Dan penggunaan bensin /
bahan bakar haruslah yang tidak
berdampak negatif terhadap lingkungan alam sekitarnya.
Makalah Permasalahan Ekonomi tentang Kemiskinan
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai .
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak
yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh
karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Surabaya,Oktober 2016
Daftar isi
Kata
pengantar
............................................................................................i
Daftar
isi
......................................................................................................ii
Bab
I pendahuluan .......................................................................................1
A.
Latar belakang
........................................................................................1
B.
Rumusan masalah ....................................................................................1
Bab
II Pembahasan……………………………………............................................... 3
A. Pengertian kemiskinan
...............................................................................3
B.
Hakikat kemiskinan.................................................................................
3
C. Penyebab
kemiskinan…………………………………………………………………………..4
D. Dampak
kemiskinan………………………………………………………………………………4
E. Mengatasi
kemiskinan……………………………………………………………………………4
Bab
III Penutupan……………………………..........................................................
6
A. Kesimpulan…………………............................................................................
6
B.
Saran…………………………...........................................................................
6
Makalah Permasalahan Ekonomi tentang
Kemiskinan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berbagai
masalah ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia sudah ada sejak dahulu,
namun jenis dan karakternya selalu berubah. Permasalahan tersebut mencapai
puncaknya pada saat terjadi Krisis Ekonomi yang diikuti oleh krisis-krisis
lain. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah antara lain:
1.
Korupsi
2.
Kemiskinan
3. Keterbelakangan
4.
Pengangguran
5.
Pemerataan Pendapatan
6.
Standar Hidup Yang Rendah
7.
Konflik Sosial Ancaman Disentegrasi Negara
Disini
saya akan membahas salah satu masalah ekonomi, yaitu tentang kemiskinan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Kemiskinan?
2.
Apa itu Hakikat Kemiskinan?
3.
Apa penyebab adanya Kemiskinan?
4.
Apa dampak dari Kemiskinan?
5.
Bagaimana cara mengatasai Kemiskinan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subjektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, dan
yang lainnya memahami dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan
menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat produktivitas rendah. Tingginya
angka kemiskinan merupakan beban bagi pemerintah juga akan mengganggu
pembangunan ekonomi.
Selama
periode 1976-1996 (20 tahun, Repelita II-V) angka kemiskinan Indonesia turun
drastis dari 40% menjadi 11% yang dianggap cukup menjadi pembenaran bahwa
pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun dalam periode itu adalah faktor
penentunya. Maka krismon 1997-1998 yang kembali meningkatkan angka kemiskinan
menjadi 24% tahun 1998 dengan mudah dijadikan alasan kuat lain bahwa memang
pertumbuhan ekonomi adalah segala-galanya.
B.
Hakikat Kemiskinan
Meski
kemiskinan merupakan sebuah fenomena yang setua peradaban manusia tetapi
pemahaman kita terhadapnya dan upaya-upaya untuk mengentaskannya belum
menunjukan hasil yang menggembirakan. Para pengamat ekonomi pada awalnya
melihat masalah kemiskinan sebagai “sesuatu” yang hanya selalu dikaitkan dengan
faktor-faktor ekonomi saja.
Hari
Susanto (2006) mengatakan umumnya instrumen yang digunakan untuk menentukan
apakah seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat tersebut miskin atau
tidak bisa dipantau dengan memakai ukuran peningkatan pendapatan atau tingkat
konsumsi seseorang atau sekelompok orang. Padahal hakikat kemiskinan dapat
dilihat dari berbagai faktor. Apakah itu sosial-budaya, ekonomi, politik,
maupun hukum.
Menurut
Koerniatmanto Soetoprawiryo menyebut dalam Bahasa Latin ada istilah esse (to
be) atau (martabat manusia) dan habere (to have) atau (harta atau kepemilikan).
Oleh sebagian besar orang persoalan kemiskinan lebih dipahami dalam konteks
habere. Orang miskin adalah orang yang tidak menguasai dan memiliki sesuatu.
Urusan kemiskinan urusan bersifat ekonomis semata.
C.
Penyebab Kemiskinan
Ada
beberapa penyebab terjadinya kemiskinan, seperti:
1.
Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat
dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin
2.
Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga
3.
Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan
kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar
4.
Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain,
termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi
5.
Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil
dari struktur sosial.
D.
Dampak Kemiskinan
Dampak
dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks.
1.
Pengangguran
2.
Kekerasan
3.
Pendidikan
4.
Kesehatan
5.
Konflik sosial
E.
Mengatasi Kemiskinan
Ada
beberapa cara untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kemiskinan, diantaranya
·
Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini
telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
·
Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk
mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman,
pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·
Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada
orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang
dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau
orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan
akan perawatan kesehatan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kemiskinan
merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang memiliki dampak buruk terhadap
kehidupan dan dapat di sebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
kemiskinan juga dapat menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat
produktifitas rendah. Para pengamat ekonomi pada awalnya melihat masalah
kemiskinan sebagai sesuatu yang hanya selalu dikaitkan dengan faktor-faktor
ekonomi saja.
B.
Saran
Dalam
menyusun makalah ini, saya menyadari banyak kesalahan yang terdapat di
dalamnya. Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah
ini dikemudian hari.
Makalah
Permasalahan Ekonomi tentang Kemiskinan
CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN “ BUDAYA HIDUP SEHAT ”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mencegah selalu lebih baik daripada
mengobati. Itulah sebabnya, sebelum terlanjur sakit, ada baiknya bagi kita
untuk selalu menerapkan budaya hidup sehat dengan berolahraga. Selain terhindar
dari berbagai penyakit fisik, kesehatan mental pun jadi jauh lebih terjaga.
Namun sayangnya, tidak semua orang paham apa itu budaya hidup sehat.
Budaya hidup sehat berarti gaya hidup
sehat. Dalam budaya hidup sehat berbagai kegiatan dimulai dari bangun tidur
hingga tidur lagi diatur sedemikian rupa untuk menciptakan kesehatan tubuh.
Pergaulan juga termasuk bagian dari budaya hidup sehat. Anda perlu berhati-hati
dalam bergaul sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang dapat
merusak masa depan. Pergaulan bebas bermacam-macam bentuknya, yang paling
sering dilakukan adalah penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi budaya hidup sehat ?
2. Bagaimana cara perilaku budaya hidup
sehat ?
3. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan
narkoba ?
4. Apa yang dimkasud dengan pergaulan bebas
?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi budaya hidup
sehat.
2. Untuk mengetahui perilaku hidup sehat.
3. Untuk mengetahui maksud dari
penyalahgunaan narkoba.
4. Untuk mengetahui maksud dari pergaulan
bebas.
1.4 Manfaat
1.
Untuk
mengetahui definisi budaya hidup sehat.
2. Untuk mengetahui perilaku hidup sehat.
3. Untuk mengetahui maksud dari
penyalahgunaan narkoba.
4. Untuk mengetahui maksud dari pergaulan
bebas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Hakikat Budaya
Hidup Sehat
Definisi sehat menurut WHO (World Health
Organization) adalah segala bentuk kesehatan badan, rohani/mental dan bukan
hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan-kelemahan. Adapun
menurut undang-undang kesehatan, sehat adalah keadaan sejahtera dari badan,
jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomi. Kesehatan jasmani berarti kesehatan tubuh, sedangkan kesehatan
rohani berarti kesehatan jiwa seseorang
Manusia zaman sekarang cenderung menyukai
hal-hal yang instan. Hal tersebut sangat tidak tepat karena akan menimbulkan
dampak buruk bagi kesehatan
Adapun
langkah-langkah menerapkan budaya hidup sehat sebagai berikut:
1. Menghindari kebiasaan buruk.
2. Menjaga kebersihan diri dari lingkungan.
3. Mengonsumsi makanan yang sehat dan
bergizi seimbang.
4. Berolahraga secara teratur.
5. Membiasakan diri bersosialisasi dengan
masyarakat di oingkungan sekitar.
6. Minum cukup air.
7. Istirahat yang cukup.
8. Mendekatkan diri kepada tuhan.
9. Meluangkan waktu untuk refreshing.
Budaya
hidup ehat jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan menghasilkan banyak
manfaat bagi seseorang. Berikut manfaat menerapkan budaya hidup sehat:
1. Mendapatkan kehidupan dan interaksi
social yang baik.
2. Meningkatkan rasa percaya diri.
3. Dapat belajar dengan maksimal.
4. Merasa damai, nyaman, dan tentram.
5. Terhinar dari berbagai penyakit.
6. Lebih bersemangat menjalani hidup.
7. Meningkatkan kinerja seseorang.
8. Menghemat pengeluaran untuk biaya
kesehatan.
9. Dapat tidur nyenyak.
10. Berpikir positif dan sehat.
11. Memiliki penmapilan yang sehat dan
segar.
2.2 Cara Perilaku
Budaya Hidup Sehat
Permasalahn dalam menerapkan budaya hidup sehat
berasal dari factor internal atau faktor yang brasal dari diri sendiri, seperti
kurang peduli pada diri sendiri. Adapun factor eksternal atau factor yang
berasal dari lingkungan ataupun pergaulan, seperti penyalahgunaan narkoba dan
seks bebas. Berikut penjelasan mengenai permasalahan budaya hidup sehat yang
muncul dari pergaulan yang salah.
1.
Kurang olahraga/Latihan fisik
Orang
yang sering melakukan aktivitas fisik atau berolahraga akan lebih sehat
dibandingkan orang yang jarang melakukan aktivitas fisik. Hal ini dikarenakan
tubuh yang lebih banyak melakukan aktivitas fisik akan memiliki ketahanan tubuh
yang lebih baik daripada tubuh yang jarang melakukan aktivitas fisik.
2.
Kurang istirahat dan tidur
Istirahat
berarti berhenti sejenak untuk melepas Lelah, sedangkan tidur artinya
mengistirahatkan badan dan kesadaran. Istirahat dapat dilakukan dengan berbagai
cara, seperti tiduran, berbincang-bincang, menonton televisi, mendengarkan
radio, atau membaca buku.
3.
Kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Dengan
menjaga kebersihan diri dan lingkunga dapat menghindarkan/mencegah tubuh dan
lingkungan menjadi sarang kuman, bakteri, dan virus yang membahayakan diri.
4.
Kesalahan menu dan pola makan
Pola
makan yang baik dalam sehari sebayak tiga kali, yaitu pagi hari (sarapan),
siang hari, dan sore menjelang malam. Porsi dan menu makan yang berbeda-beda
disesuaikan kebutuhan tenaga yang diperlukan seseorang untuk menjalankan
aktivitasnya. Dan alangka baiknya kita tidak makan lebih dari tiga kali sehari
karena akan membuat tubuh memiliki berat badan yang berlebih (obesitas). Hal
tersebut dapat memicu berbagai penyakit, seperti diabetes dan gangguan
kesehatan jantung.
2.3 Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba
adalah bahan/zat yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi sesorang
(pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik
dan psikologi. Narkoba dapat dibedakan menjadi beberapa macam.
a.
Narkotika
Narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.
b.
Psikotropika
Psikotropika
adalah zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotika yang
berkhasiat psikoaktif yang memengaruhi susunan saraf pusat dan menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
c.
Zat adiktif
Contoh
zat adiktif yang sering dijumpai, yaitu alcohol, inhalansi, kafein dan nikotin.
Efek yang ditimbulkan zat adiktif pada tubuh manusia sebagai berikut.
1. Memperlambat kerja otak dan sistem saraf
pusat.
2. Menimbulkan perasaan senang, puyeng,
penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, dan berbicara tidak jelas.
3. Permasalahan kesehatan terutama merusak
otak, liver, ginal, dan paru-paru.
4. Kematian timbul akibat terhentinya
pernapasan dan gangguan jantung.
d.
Obat berbahaya
Obat
berbahaya adalah obat yang cara memperolehnya harus dengan resep dokter.
Obat-obatan yang termasuk golongan ini adalah antibiotik (tetrasiklin,
penisilin, dan amoksilin) atau obat yang mengandung hormon (obat penyakit
diabetes, obat jantung. Obat penenang, dan obat alergi). Obat ini disebut
dengan obat keras karena membahayakan, meracuni tubuh, bahkan dapat menyebabkan
kematian jika dipakai sembarangan.
Penggunaan narkoba dapat mempengaruhi
susunan saraf pusat manusia. Adapun efek penggunaan narkoba dapat dibedakan
menjadi berikut.
a.
Depresan,
yaitu zat yang bekerja mengendurkan atau mengurangi aktivitas susunan saraf
pusat. Efek ini mengurangi aktivitas fungsional tubuh sehingga membuat
pemakainya menjadi tenang, bahkan membuat tertidur dan tak sadarkan diri.
b.
Stimulan,
yaitu zat yang bekerja mengaktifkan kerja susunan saraf pusat. Narkoba dapat
merangsang fungsi tubuh.
c.
Halusinogen,
yaitu zat yang bekerja menimbulkan perasaan halusinasi atau khayalan.
Penyalahgunaan narkoba artinya kegiatan menggunakan, memakai, menjual,
atau mengedarkan narkoba tanpa haka tau izin yang sah dari pihak yang
berwenang. Penyalahgunaan narkoba harus dicegah karena dapat merusak masa depan
generasi penerus bangsa.
Adapun
bahaya prnyalahgunaan narkoba sebagai berikut.
a. Rusaknya organ vital, seperti jantung,
paru-paru, dan ginjal, bahkan dapat menyebabkan kematian.
b. Keracunan akibat dosis yang berlebihan
atau OD (Over Dosis).
c. Kecanduan atau ketergantungan
menyebabkan terjadinya gejala putus obat atau sakau yang ditandai dengan mual,
tekanan darah meningkat, dan gangguan saluran pernapasan.
d. Terjadi perusakan dan penurunan kualitas
berpikir dan daya ingat yang dilakukan oleh otak.
e. Penularan penyakit hepatitis atau HIV
akibat penggunaan jarum suntiksecara bergantian.
f. Gangguan psikologi, sperti gelisah,
takut, curiga yang berlebihan, mudah panik dan tersinggung serta halusinasi.
g. Pengguna narkoba cenderung masa bodoh
dan tidak peduli pada norma-norma yang ada di masyarakat.
2.4 Pergaulan Bebas
Salah
satu permasalahan penting yang dihadapi generasi muda adalah pergaulan bebas
yang mengarah kepada perilaku hubungan seks secara bebas. Perilaku seksual yang
dilakuakn sebelum waktunya dapat mengakibatkan dampak psikologis yang sangat
serius, sperti rasa bersalah, depresi, marah, dan agresif. Berikut beberapa
dampak negative seks bebas.
a.
Kehamilan tidak diinginkan
Kehamilan
diluar nikah merupakan salah satu dampak negative dari seks bebas. Dalam
masyarakat patriarkal seperti di Indonesia, perempuanlah yang sering menjadi
kambing hitam dan dirugikan. Kodrat deterministiknya untuk mengandung dan
melahirkan menempatkan remaja perempuan dalam posisi terpojok yang sangat
dilematis. Dalam pandangan masyarakat, remaja perempuan yang hamil dianggap
sebagai aib dan mencoreng nama baik keluarga.
b.
Aborsi
Aborsi
adalah pengguguran kandungan. Para remaja yang melakukan aborsi memiliki
perasaan bersalah dan berdosa yang cukup besar dan bersifat menetap untuk
jangka waktu relatif lama. Kegagalan aborsi dapat menimbulkan masalah lain yang
menyangkut kualitas kesehatan fisik dan mental bayi yang dilahirkan. Fetus yang
dilahirkan umumnya telah mengalami deraan fisik dan mental yang bertubi-tubi.
Secara psikis si ibu menolak bayi yang dikandungnya, lalu mencoba digugurkan
dengan berbagai jenis obat dan ramuan, sementara suasana batin si ibu dalam
keadaan tidak seimbang.
c.
Mengidap penyakit menular seksual
Penyakit
menular seksual adalah penyakit yang menyerang organ-organ seksual atau
organ-organ reproduksi dan seluruhnya dapat menular melalui hubungan
seksual. Berikut jenis-jenis penyakit
menular seksual.
1. Sifilis (Raja singa)
Penyakit sifilis sering juga disebut
dengan penyakit raja singa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, yaitu Treponema
pallidum yang berukuran sangat kecil ini mampu hidup hamper diseluruh
bagian tubuh manusia. Gejala dari penyakit sifilis tergantung stadium yang
diderita.
Ø Stadium satu ditandai dengan timbulnya
luka kemerahan dan basah pada daerah organ reproduksi. Namun dapat pula muncul
pada bagian yang lain. Luka ini disebut chancres yang akan hilang dalam 2
minggu dan meninggalkan jaringan perut di atas kulit.
Ø Stadium dua, penderita merasakan gejala
seperti terserang flu. Pada stadium satu dan dua, penyakit sifilis sangat
menular.
Ø Stadium tiga, apabila pada stadium
sebelumnya tidak diobati maka penderita akan mengalami sifilis laten.
Maksudnya, semiua gejala penyakit akan hilang, tetapi bakteri penyebabnya masih
bergerak didalam tubuh dan dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.
Ø Stadium empat disebut sifilis tersier.
Bakteri penyebab sifilis telah menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menyerang
otak, batang otak dan tulang. Akibar yang terjadi, antara lain pikun, gangguan
keseimbangan, gangguan rasa, dan terjadi kelumpuhan.
Sifilis menular melalui hubungan seksual,
jarum suntuk, dan transfusi darah.
2. Chlamida
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamida
trachomatis. Bakteri ini menimbulkan berbagai infeksi pada Wanita. Gejala
pada Wanita ditandai dengan keputihan berwarna kuning dan rasa sakit pada waktu
buang air kecil. Daerah penularan meliputi daerah organ reproduksi, mata, dan
kerongkongan.
3. HIV/AIDS
Hubungan seksual merupakan salah satu
media penularan HIV/AIDS. HIV (Human Immunodefiency Virus), yaitu virus yang
menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. HIV ini akan menyebabkan AIDS
(Acquired Immune Defiency Syndrome), artinya kumpulan gejala penyakit karena
menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Hingga saat ini belum ditemukan obat
untuk penderita HIV, sehingga virus dari si penderita HIV akan melemahkan
sistem kekebalan tubuh yang terdapat pada sel darah putih. Keadaan ini akan
berakibat orang tersebut akan mudah
terkena berbagai macam penyakit.
4. Kutu pubis
Penyakit ini disebabkan oleh kutu yang
berada pada daerah organ reproduksi. Hidup di rambut, kecuali rambut kepala.
Gejalanya berupa gatal-gatal dengan adanya kutu di rambut kemaluan dan ketiak,
kadang-kadang di alis dan bulu mata. Tanda adanya kutu di kemaluan, yaitu
munculnya bercak keabu-abuan di celana.
5. Trikomonas Vaginalis
Penyebab
penyakit ini disebabkan oleh parasite bernama Trichomonas vaginalis. Gejala
yang muncul yaitu cairan organ reproduksi perempuan keputihan encer, berwarna
kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk. Daerah organ reproduksi perempuan
agak bengkak, kemerahan, gatal, berbusa, dan terasa tidak nyaman. Akinat dari
penyakit ini adalah kulit sekitar daerah organ reproduksi perempuan lecet,
dapat menyebabkan bayi premature, dan memudahkan penularan HIV/AIDS.
Kuncu utama agar tidak terjerumus dalam
hubungan seks bebas ada pada diri sendiri. Adapun beberapa cara untuk mencegah
terjerumus dalam seks bebas sebagai berikut.
a. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.
b. Bersikap terbuka kepada kedua orang tua.
c. Memilih pergaulan yang sehat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Suatu gaya hidup dengan
memperhatikan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kesehatan, dengan
merubah pola gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
gizi, berolahraga secara teratur supaya tubuh menjadi lebih sehat. Hal itu
bertujuan agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik.
3.2 Saran
Jagalah
kesehatan anda sebelum hilang Makan makanan dan minuman yang bergizi yang
disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas serta usia kita, berolahraga secara
teratur, dan menghindari teman yang menjerumuskan kedalam pertemana yang tidak
baik untuk kesehatan dan masa depan.






