Mata Pelajaran Sekolah Kamu

MAKALAH MINYAK BUMI SMA

 

TUJUAN

 

Makalah ini disusun bertujuan:

1. Untuk mengetahui sejarah minyak bumi

2. Untuk mengetahui cara pembentukan minyak bumi

3. Untuk mengetahui apa saja yang terdapat pada minyak bumi

4. Untuk mengetahui kegunaan dari Minyak Bumi

 

 

ISI

 

A. Proses Pengolahan Minyak Bumi

  1. DESTILASI

Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).

 

Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Makin ke atas, suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah, sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah, sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum, kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas).

 

Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. Residu minyak bumi meliputi parafin, lilin, dan aspal. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20.

 

Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut :

 

 

 

1. Gas 

Rentang rantai karbon : C1 sampai C5

Trayek didih : 0 sampai 50°C

 

2. Gasolin (Bensin)

Rentang rantai karbon : C6 sampai C11

Trayek didih : 50 sampai 85°C

 

3. Kerosin (Minyak Tanah)

Rentang rantai karbon : C12 sampai C20

Trayek didih : 85 sampai 105°C

 

4. Solar

Rentang rantai karbon : C21 sampai C30

Trayek didih : 105 sampai 135°C

 

5. Minyak Berat

Rentang ranai karbon : C31 sampai C40

Trayek didih : 135 sampai 300°C

 

6. Residu

Rentang rantai karbon : di atas C40

Trayek didih : di atas 300°C

 

Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking, reforming, polimerisasi, treating, dan blending. 

 

2. CRACKING

Setelah melalui tahap destilasi, masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyriuM3K47YOxN-ta1qjmwiL4cFPw66ghsYvK79EEHZL5_j0m8AwzfWh_GBRefQQad9w9eDL1d1DMrwDXdctLaSn4Ao0VeTDPppvmhg7Vx4wJuMfuEq_4b94Dm9HHP6m2wGOJzeoe8_XQ/s1600/cracking.png

Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. 

 

Contoh cracking ini adalah pada pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2,2,4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa, dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon. 

 

Terdapat 3 cara proses cracking, yaitu : 

1. Cara panas (thermal cracking), yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah.

Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut :

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBi80DA2EUzZy0m-NKan0EiGqNjgDNtrY7xqK8_XWYwO-tWj46aej6PUXrz4c22nCeL5pd0-7TGHHzOLgOot5FAVx8vlHvBmAAkMDfzGjLa00oGuHu7r4c3_tch2lLXfiqoLmyBXEJD8I/s1600/thermal+cracking.gif

 

2. Cara katalis (catalytic cracking), yaitu dengan penggunaan katalis. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium :

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPa0v-GVeIbTsSlMe3BvTRtA6WjuyQf6veaQctiT8hxvllYXY1etxjhoN-fMTLvwOEtciHOacSVR0FnyWdATGdSNSaQr-MPaYdd0QeEf5Mgxw9DDVaVbykwTeuqwAF6_wFhEuffbpGuow/s1600/katalis+cracking.gif

 

3. Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan.

 

 

3. REFORMING

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY0V1667ZU_MDZY0OuxlFdiSR7r34NEaPxKzag2no253frNCpTFBTnFUcozQicLIEWdbdHFuaM7ccTKve7BKML9r7Fbfa7Q9HgY-74zQPTGISeaDd96WRzi-YjyxvOEtWObq4brax6U9w/s1600/reforming.png

Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang). Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. Oleh karena itu, proses ini juga disebut isomerisasi. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan.

 

Contoh reforming adalah sebagai berikut :

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkFRri1m5EU8WAJ7-xfYLGqn56Uz1g54NtlcqQ4NfEK9F-oRSunbcm-uKlLWWRnsX7l2yt9Qi_uk9pbtMKkvkrWbF9FJMrNQKMATXIQJ2I1SKqBeMUL56CWHfwNUG3L6l5T-vCuXPK9fA/s1600/contoh+reforming.gif

Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum oksida dalam Al2O3 atau platina dalam lempung.Contoh reaksinya :

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKSoP2dFe7rf7Etqc6uPVLWndQmtPqud8mDExKtOM1UDp4piGO30EG1hnddTtvOcwQ94Ge6hNXLnR-9USBKoJ0y3zVd9OYaA1kivq7Glv4y-uKSLtyvRcpu6Xzxwwt9_ttlq_vcKJSP9M/s1600/contoh+reaksi+platina.gif

 

 

4. ALKILASI dan POLIMERISASI 

Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4, HCl, AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). Reaksi secara umum adalah sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE6LAjmprJdS70NNrd_UO-rlNGWrbmXwONpieeXdADFLKDw-Xz4FJorjlgzFDkTdLO5dWavnoJzIp0VYRTtG7xnSAAUbZYed7N1JHiLbgfYbspPyiqy0g8QsoFw2BftGNsXMBcHE4MZ1Y/s1600/reaksi+umum.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5pO22ffrT23sEJL9b21CXKoZqRSk4tXpgjM-066WG9eHghKpAn0s8qenZU5L7LeHmFC2gjxE3gRIl3E1w0O5nNcfhryPe2qeuxoSWEgIK6ShA4YM-APSIuz0DO-M8o2j8lV2mWDcdjRk/s1600/metilisasi.png

 

Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Reaksi umumnya adalah sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXt_6ftk-ThEWXBrpv1rpfG9Wli-bSx6Q_H_W4uegIsthGUKI9TOYc5ENLYCLIQbEThUwSf8n19zDQIco_tqvoxSPFIZLsazQ-xcDkG-Png8t3TRd_SW8SvjH8srScZijIXNKS5pRgGQY/s1600/reaksi+polimerisasi.jpg

Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin berkualitas tinggi, yaitu isooktana.

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFO0r41nnz-zx8-lk4doiv21PGgs-8EQN1rCvnW-gLQuVpOJPX3JS6CFyXUfjl3nX6dj4gqtGg3apupBA3irZofVhwbYKgY-K0UV9hLoup0ZnqVPYYAXoGukx76bR8Ek4K0Ai8d8DFrHs/s1600/isooktana.gif

5. TREATING

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF-3JdA3xHGsvRq7V12mO8bzUIZISxeYTeycCbm44sgdF_4JL2gFTRbHy9PTaXXGMkCiDTFKMbh-rv3In5qaydrBSn_t1m96gfn5pnfD3uczzF833oXtVUf2tnN6rFopsBmxhI-5GmP0U/s1600/treating.png

 

Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotor-pengotornya. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut :

  • Copper sweetening dan doctor treating, yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • Acid treatment, yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna.
  • Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah.
  • Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas
  • Desulfurizing (desulfurisasi), yaitu proses penghilangan unsur belerang.

Sulfur merupakan senyawa yang secara alami terkandung dalam minyak bumi atau gas, namun keberadaannya tidak dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk di antaranya korosi pada peralatan proses, meracuni katalis dalam proses pengolahan, bau yang kurang sedap, atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun (sulfur dioksida, SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. Berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi, antara lain menggunakan proses oksidasi, adsorpsi selektif, ekstraksi, hydrotreating, dan lain-lain. Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil kembali sebagai sulfur elemental.

Desulfurisasi merupakan proses yang digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. Pada dasarnya terdapat 2 cara desulfurisasi, yaitu dengan :

  1. Ekstraksi menggunakan pelarut, serta 
  2. Dekomposisi senyawa sulfur (umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan, sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa belerang tersebut. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau pencucian/pelucutan.

 

6. BLENDING

Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik, terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya.

 

Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin. Demikian pula halnya dengan pelumas, agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan, tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara

 

 

Kesimpulan

Minyak bumi uang terbentuk berasal dari fosil yang mengalami pengendapan Berjuta-juta

tahun lalu. Kemudian dilakukan pengeboran dan diproses / dengan proses destilsi hingga

menghasilkan minyak bumi. Adapun mutu bensin yang baik itu yang tidak menimbulkan

pencemaran lingkungan.. Pengusahaan dan pemanfaatan minyak serta sumber daya energi

lainnya secara tidak bertanggung jawab dan pembuangan Limbah secara sembarangan ,

akan mengakibatkan pencemaran yang merupakan awal malapetaka yang dasyat, berupa

musnahnya semua bentuk kehidupan dari permukaan bumi

Saran

Oleh karena minyak bumi itu proses pembentukannya lama, maka kita harus berhemat

dalam pemanfaatannya, agar minyak bumi itu tidak cepat habis. Dan penggunaan bensin /

bahan bakar haruslah yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan alam sekitarnya.

 

 

,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar