Mata Pelajaran Sekolah Kamu

Cerpen dan Ulasan Tentang Guru dan Peningkatan Pendidikan Karakter Karya Siswa SMP



     Guru adalah sesosok pahlawan tanpa tanda jasa dan juga orang tua kedua ku di sekolah.Menjadi guru tidak lah mudah.Apalagi menghadapi murid-murid yang malas belajar.Agar murid-murid antusias belajar dapat dilihat dari kualitas guru.Guru yang berkualitas adalah guru yang berhasil menyampaikan ilmunya kepada murid dengan cara yang menyenangkan.Namun perlu di ingat,tingkat keberhasilan mengajar seorang guru tidak selalu harus dilihat dari nilai semua murid.Yang terpenting adalah bagaimana hubungan antara guru dan murid.Sebab,baik atau tudaknya hubungan antara guru dan murid akan berpengaruh pada proses belajar mengajar di depan nya.
    Contohnya adalah ketika seorang guru menjadi guru yang ditakuti disekolah. Secara otomatis,murid-murid akan malas belajar di pelajaran tersebut. Belum tentu juga,guru yang tidak galak atau baik secara otomatis akan membuat murid tidak malas belajar !!!.Adakalanya,jika guru yang terlalu baik akan membuat murid menjadi terlena.Lama-kelamaan,murid akan meremehkan pelajar tersebut.Solusinya adalah                                                          menjadi guru yangtegas,tetapi menyenangkan. Guru seperti ini yang tentu menjadi guru idolah di sekolah. Apalgi setiap mengajar berpenampilan memukau,humoris,dalam menerangkan pelajaran mudah dipahami,perhatian kepada siswa, sabar, adil, bijaksana, gaul, supel, tampan atau cantik,dan juga berwibawa.
    Hal ini yang mengingatkan saya pada sesosok guru magang di sekolah ku.Yang bernama Bu Vena. Beliau adalah sosk guru yang baik,sabar dan cantik.Namun,dia mengajar ku hanya sementara saja.Baiklah,akan ku ceritakan.
    Hari ini aku duduk di bangku kelas 1 SMP.Saya sekolah di SMP Negri 2.Awalnya guru Matematika ku adalah Bu Endang,Bu Endang kalau mengajaritu sabar banget,tetapi klau menerangkan itu sulit untuk di pahami dan juga membuat teman-teman bosan.Dan juga,malah ada yang tidur disaat pelajaran dimulai.Dan menyebabkan nilai teman-teman sebagian ada yang turun.Disekolah saya duduk bersama teman saya yang bernama Manisa Damayanti.Dia itu kalau ada pelajaran Matematika dia itu sering tidur.Biasanya sih,kalau aku baru nyadar dia tidur pasti aku bangunin.Dan pada saat aku bangunin itu biasanya di saat  Bu Endang ngasih rumus Matematika.Soalnya klau tidak gitu pasti dia minta jelasin gimana caranya.Dan biasanya aja aku juga kurang paham dengan apa yang di ajarin,jadi aku suruh dia tanya ke teman ku yang lain,yang mereka paham gimana caranya.Dan juga ada yang tanya ke Bu Endang gimana caranya.Dan bisanya Manisa kalau pelajaran Matematika dimulai,dia bilang sebelum dia mau tidur,  “ “ Syaira,sekarang aku mau tidur kamu dengerin Bu Endang  jelasin,terus nanti kamu jelasin ke aku ,ya” Kata ku “Hmmm….Insyaallah kalau Bu Endang jelasinnya dengan jelas klau tidak kamu tanya ke yang lain nya,ya” Dia jawab “Iya,deh,tidak apa-apa” Terus dia langsung tidur.Dan biasanya juga kalau aku lupa bangunin dia pasti tidur sampai pelaran selesai (di saat Bu endang ngajarnya cuman 1 jam)
Pada suatu saat ada guru magang.Dia itu mengajar pelajaran Matematika.Yang bernama Bu Vena.Beliau adalah sosok guru yang cantik,baik dan sabar.Pada awalnya dia ngajar itu membuat teman-teman merasa bosan.Tetapi saya merasa senang dan suka banget dengan cara mengajar nya.Cara mengajar nya itu sangat mudah sekali untuk di pahami.Lama-kelamaan teman-teman saya suka dan paham dengan cara mengajar Bu Vena.Dan pada suastu saat,kami dan Bu Vena berpisah.Kami  semua menangis seperti berat sangat untuk melepas nya Bu Vena beserta guru magang lainnya.Kami berfoto untuk mengenang Bu Vena buat kami semua dan begitu juga sebaliknya Bu Vena pun begitu.Bu Vena tau kalau saya suka banget pelajaran Matematika.Dia selalu menyemangati saya untuk terus belajar dan belajar.Dan kini aku yakin akan menjadi anak yang lebih bisa,aku juga yakin beliau ada di samping ku untuk menyemangati ku saat ini.
     Guru itu menjadi suri tauladan ke peserta didiknya.Kemudian pendidikan itu kan dari Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang mengedepankan empat pilar pendidikan karakter,yaitu olah pikir,olah rasa,olah hati,dan olah raga.Guru juga menjadi sosok yang memprlihatkan sisi kepemimpinan dalam memberikan batas-batas kepada siswa nya,ini,ini tidak boleh.Itulah keteladanan guru.    
    Guru juga diharapkan menjadi sosook yang mampu membangkitkan sifat-sifat baik lainnya ,seperti memiliki etos kerja,sportif,dan disiplin.Hal ini menjadi bagian dari penanaman karakter.
Sebenarnya pendidikan karakter dari dulu sudah ada,tapi sekarng konsep itu harus menjadi pembiasaan baik dari kelas,budaya sekolah, dan lingkungan rumah,yaitu dari orang tua.Jadi bagaimana rasa dari Ki Hajar Dewantara itu harus semakin lagi di aplikasikan oleh para guru-guru kita.
Sebagai Peringatan HGN 2017 diisi dengan rangkaian kegiatan lomba,seperti lomba inovasi pembelajaran,lomba pengelolaan satuan pendidikan,penulisan naskah buku,simposium,dan lokakarya.Berbagai lomba yang diadakan untuk guru,dan tenaga kependidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan program stimulan kepada mereka untuk terus terpacu meningkatkan diri sebagai pendidik.
Dalam lomba inovasi pembelajaran guru-guru kita itu betul-betul sesuai yang tidak kita prediksikan.Guru-guru itu sudah sangat inovatif,terutama dari guru-guru didaerah.
Melalui peringatan HGN,kita berharap guru-guru kita di Indonesia mampu menjadi pendidikan yang berkarakter dan contoh baik bagi siswa.Dengan contoh yang baik itu,guru dapat menghasilkan siswa yang pintar,memiliki etika,sopan dan santun,dan siap menghadapai berbagai tantangan.
Guru-guru kita adalah guru-guru yang keren,yang mulia kerena karya-karya dan semuanya itu akan terus menjadi spirit untuk guru-guru kuta daklam menjlankan tugasnya sehari-hari,Karena ditangan guru-lah di siapkan pemimpin-pemimpin bangsa dan masa depan yang cerah.
Sebagai anak bangsa,kita harus menjadi contoh generasi yang akan mendatang dan juga yang akan menjadi penerus bangsa kita yang hebat,kita juga harus menjadi anak bangsa yang bisa memajukan bangsa kita yaitu bangsa Indonesia serta sebagai anak bangsa kita harus bisa memberi contih yang baik kepada generasi yang akan mendatang.Agar bangsa kita semakin kuat denga adanya persatuan dan kesatuan bangsa kita. Dengan ini,kita harus mewujudkan apa yang kita impikan menjadi kenyataan.Dengan cara kita harus belajar dan bejar agar kita dapat mewujudkan semua itu untuk bangsa kita. Kita juga bias meneladani tokoh pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara.
    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,itulah slogan yang sering kita dengar di republik tercinta kita.Pahlawan merupakan sosok yang berarti bagi pekembangan Negara Republik Indonesia,sebut saja pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang dengan darah,air mata,jiwa,raga serta nyawa hingga kita bias menghirup udara kemerdekaan  entah seperti apa Negara kita saat itu.Pahlawan tidak selalu identic dengan mengangkat senjata dan berperang meski sebagian besar penafsiran menyatakan bahwa pahlawan adalah orang berjasa membela Negara melalui medan perang.Namun sesungguhnya siapa saja yang telah berjasa membawa bangsa ini menuju kemajuan baik dari bidang social,budaya,teknologi,kesehatan,pendidikan, danlain-lain yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia maka patut kita kiranya kita beri julukan sebagai pahlawan.
Salah seorang yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara.Karya-karya Ki Hajar Dewantara menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia diantar adalah kalimat-kalimat filosofis seperti “ Ing ngarso sung tuladha,Ing madyo mangun karso,Tut wuri handayani “yang artinya “ di depan member teladan,ditengah member bimbingan,dibelakang member dorongan “ menjadi slogan pendidikan yang di gunakan saat ini
   Kita patut meneladani tokoh Ki Hajar Dewantara yang telah berjasa bagi bangsa kita.Karna dia telah memajukan pendidikan bangsa kita ini.